Foto: Suasana rapat
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Review Anggaran Fakultas Tahun 2026 pada Selasa (21) kemarin. Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Room Gedung Megawati lantai 1 dan mengangkat tema “Good Faculty Governance toward Impactful and International Reputation”.
Rapat dihadiri langsung oleh Dekan FITK, para Wakil Dekan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pegawai ahli perencanaan di lingkungan FITK. Turut diundang Perencana Ahli Madya pada Bagian Perencanaan Universitas, Bapak Imam Bani Mustolik, M.Pd, beserta para anggota Tim Perencanaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memberikan penguatan dan asistensi.
Agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam review anggaran kali ini adalah pengembangan kelembagaan FITK menuju reputasi Internasional serta penajaman anggaran FITK Tahun 2026.
FITK menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola Fakultas yang baik atau Good Faculty Governance. Langkah ini diarahkan agar seluruh program berdampak nyata bagi mutu akademik, penelitian, pengabdian, dan layanan, sekaligus meningkatkan rekognisi FITK di kancah internasional. Penguatan indikator kinerja internasional menjadi salah satu tolok ukur yang akan dikawal dalam perencanaan program.
Selain itu, review juga bertujuan mempertajam penyusunan anggaran tahun 2026 agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Setiap mata anggaran dibedah untuk memastikan keselarasan dengan Renstra Fakultas, IKU, IKT, serta mendukung capaian reputasi Internasional. Prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi dasar dalam proses penajaman, dengan pendampingan langsung dari Tim Perencanaan Universitas.
Kehadiran Bapak Imam Bani Mustolik, M.Pd bersama Tim Perencanaan UIN Malang memberikan masukan strategis terkait sinkronisasi anggaran Fakultas dengan kebijakan perencanaan Universitas. Penajaman ini diharapkan mampu memetakan prioritas program unggulan FITK yang berdampak, mulai dari peningkatan kualitas SDM, internasionalisasi prodi, penguatan riset kolaboratif, hingga layanan akademik berbasis teknologi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?