Banner Iklan

Jawara Komisi 2 DPRD Kabupaten Pasuruan Sebut MBG dan KDMP Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Desa

Anis Hidayatie
24 April 2026 | 18.09 WIB Last Updated 2026-04-24T11:09:16Z


Komisi 2 DPRD Kabupaten Pasuruan Agus Setya Wardana , Agus Suyanto dan Sugiarto. 

PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: Dialog santai namun sarat makna tersaji dalam program Jawara (Jagongan Wakil Rakyat) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan yang digelar di kawasan Taman Sempu Sunset Hill, Purwodadi, Minggu (19/4/2026).

 Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi II Agus Setya Wardana, Wakil Ketua Agus Suyanto, serta anggota Sugiarto untuk membahas kondisi perekonomian daerah dan arah kebijakan ke depan.

Dalam forum tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa program nasional seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di tingkat desa.

Ketua Komisi II, Agus Setya Wardana, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Kabupaten Pasuruan saat ini menunjukkan tren positif di tengah dinamika nasional. Beberapa sektor usaha mengalami peningkatan, terutama berkat dorongan inovasi dan modernisasi di berbagai bidang.

“Pasuruan masih mampu bertahan dan bahkan berkembang. Kami bersama pemerintah daerah terus mendorong inovasi, terutama di sektor UMKM, pertanian, dan industri,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan Pasuruan Creative Center menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa kekayaan geografis Pasuruan menjadi kekuatan utama, mulai dari wilayah pesisir, kawasan pegunungan seperti Bromo dan Arjuno, hingga kawasan industri.

“Pasuruan ini lengkap. Dari laut sampai gunung, semua ada. Tinggal bagaimana kita mengelola potensi itu menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II, Sugiarto, menyoroti pentingnya hilirisasi produk unggulan sebagai kunci pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa peningkatan UMK hingga 6,6 persen menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah.

“Hilirisasi ini penting agar produk lokal tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah. Ini yang akan memperkuat ekonomi Pasuruan,” jelasnya.

Terkait isu efisiensi anggaran, Sugiarto meluruskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah pengurangan anggaran, melainkan penyesuaian prioritas program. Ia menegaskan bahwa MBG dan KDMP justru menjadi peluang besar bagi desa untuk berkembang.

“Efisiensi itu bukan mengurangi, tapi mengalihkan ke program prioritas. KDMP dan MBG ini akan menggerakkan ekonomi dari bawah, dari desa,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi II, Agus Suyanto, menambahkan bahwa UMKM menjadi solusi utama dalam menjawab persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, meskipun banyak industri berdiri, belum semua tenaga kerja terserap.

“UMKM ini kunci. Dari sektor perikanan, pertanian, hingga peternakan, semuanya punya potensi besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengolahan produk untuk meningkatkan nilai jual. Misalnya, hasil tangkapan nelayan atau hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi.

Selain itu, fluktuasi harga komoditas seperti apel dan kentang menjadi perhatian serius. Solusinya adalah penguatan UMKM berbasis olahan agar petani tetap mendapatkan keuntungan.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber sepakat bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa instan. Program seperti MBG dan KDMP masih dalam tahap proses, namun diyakini akan memberikan dampak besar ke depan.

“Ini memang proses. Seperti kelahiran, pasti ada tantangan. Tapi kami optimis hasilnya akan baik dan dirasakan masyarakat,” ungkap Agus Setya Wardana.

Program Jawara ini pun menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam membangun ekonomi daerah. Dengan penguatan UMKM, hilirisasi produk, serta optimalisasi program nasional seperti MBG dan KDMP, Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kesempatan sudah terbuka. Tinggal bagaimana kita menyiapkan SDM dan manajemen yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Agus Suyanto. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jawara Komisi 2 DPRD Kabupaten Pasuruan Sebut MBG dan KDMP Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now