Gubernur Khofifah Indar Parawansa Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 1447 H Surplus, Masyarakat Diminta Tak Khawatir
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM; Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 H/2026 M dalam kondisi aman, bahkan mengalami surplus signifikan dibandingkan kebutuhan.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menyebut kesiapan kurban tahun ini mencakup berbagai aspek, mulai dari ketersediaan ternak, kesehatan hewan, hingga dukungan sumber daya manusia dan infrastruktur pemotongan.
“Ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini sangat mencukupi bahkan surplus. Ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang,” ujar Khofifah, Senin (27/4/2026).
Berdasarkan data Dinas terkait di 38 kabupaten/kota, jumlah ketersediaan hewan kurban jauh melampaui kebutuhan. Tercatat, sapi tersedia sebanyak 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor. Sementara itu, kambing mencapai 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor, domba 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor, serta kerbau 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor.
“Angka ini menunjukkan surplus yang cukup signifikan pada seluruh jenis ternak kurban di Jawa Timur,” jelasnya.
Tak hanya dari sisi jumlah, Pemprov Jatim juga memastikan kualitas dan kesehatan hewan kurban melalui kesiapan tenaga profesional. Sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, serta 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat telah disiagakan untuk mendukung pelaksanaan kurban.
Seluruh petugas tersebut akan melakukan pemeriksaan ketat, baik sebelum penyembelihan (ante mortem) maupun setelahnya (post mortem), guna memastikan hewan dalam kondisi sehat dan daging yang dihasilkan memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal.
Dari sisi infrastruktur, Jawa Timur didukung oleh 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan, 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), serta lebih dari 25 ribu titik pemotongan di luar RPH yang telah terdata dan siap digunakan. Selain itu, terdapat 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan yang turut mendukung kelancaran di lapangan.
Menanggapi isu kesehatan hewan, Khofifah memastikan bahwa penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) telah berhasil dikendalikan secara signifikan melalui vaksinasi dan pengawasan intensif.
“Sampai April 2026, kasus PMK dan LSD di Jatim sudah dapat dikendalikan. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan ketat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Untuk menjaga keamanan distribusi ternak, Pemprov Jatim juga menerapkan prosedur ketat dalam lalu lintas hewan antarwilayah. Setiap ternak wajib memenuhi syarat kesehatan, telah mendapatkan vaksinasi PMK minimal dosis pertama, serta dilengkapi sertifikat veteriner sebelum diperdagangkan maupun dipotong.
Di akhir pernyataannya, Khofifah mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan lingkungan, serta tata cara penyembelihan sesuai syariat dalam pelaksanaan kurban.
“Dengan kesiapan yang matang ini, kami optimistis pelaksanaan kurban di Jawa Timur tahun ini berjalan aman, lancar, dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (yra)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?