![]() |
| Anak SD belajar proses pembuatan tempe di Omah Edukasi Tempe Pasuruan./dok. Istimewa |
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM - Komunitas GMA bersama TBM Andisya menggelar kegiatan playdate edukatif dengan mengunjungi Omah Edukasi Tempe Kabupaten Pasuruan pada Minggu, 26 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta anak usia sekolah dasar (SD) yang antusias belajar langsung proses pembuatan tempe, mulai dari kedelai mentah hingga menjadi tempe siap konsumsi.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Komunitas, Andita A. Aryoko, bertujuan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak.
Selain mengenal tempe sebagai makanan sehari-hari, anak-anak diajak memahami proses panjang di balik pembuatannya.
Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa menghargai makanan serta mengenalkan kearifan lokal sejak dini.
Setibanya di lokasi, anak-anak disambut hangat oleh pemilik Omah Edukasi Tempe. Suasana yang ramah dan penuh kekeluargaan membuat peserta merasa nyaman untuk belajar.
Materi edukasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, pemilik menjelaskan setiap tahapan pembuatan tempe, mulai dari pemilihan kedelai, proses perendaman, perebusan, pengupasan kulit kedelai, hingga tahap fermentasi menggunakan ragi tempe.
Anak-anak tampak antusias saat melihat langsung bagaimana kedelai yang awalnya keras dapat berubah menjadi bahan makanan yang lezat dan bergizi melalui proses yang cukup panjang.
Beberapa peserta bahkan aktif bertanya dan mencoba mempraktikkan proses yang diperagakan. Interaksi langsung ini menjadi pengalaman belajar yang tidak mudah mereka lupakan.
Menurut Andita A. Aryoko, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya komunitas untuk menghadirkan pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas.
"Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi melihat langsung prosesnya. Harapannya, mereka bisa lebih menghargai makanan dan memahami bahwa setiap makanan memiliki proses panjang sebelum sampai di meja makan," ujar Andita.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, anak-anak akan mengolah tempe hasil pembelajaran bersama orang tua di rumah.
Mereka direncanakan memasak bersama, sehingga pengalaman belajar tidak berhenti di lokasi kunjungan saja, tetapi berlanjut menjadi aktivitas kebersamaan keluarga. Dengan demikian, nilai edukasi yang diperoleh dapat semakin melekat.
![]() |
| Suasana Playdate GMA dan TBM Andisya di Omah Edukasi Tempe Pasuruan (26/4)./dok. Istimewa |
Kesan positif juga disampaikan oleh para pendamping. Mereka menilai pemilik Omah Edukasi Tempe sangat ramah dan tidak pelit berbagi ilmu.
Semangat berbagi pengetahuan tersebut dinilai sangat membantu anak-anak dalam memahami proses pembuatan tempe secara menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Omah Edukasi Tempe semakin dikenal sebagai tempat edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Komunitas GMA dan TBM Andisya pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang sebagai bagian dari pembelajaran kreatif bagi anak-anak. ***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?