![]() |
| Anggota DPD RI, Lia Istifhama saat mengikuti rapat dengan Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Menteri Fadli Zon dan Wamen Giring Ganesha./dok. Istimewa |
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama, membawa semangat kejayaan sejarah Nusantara ke meja diplomasi parlemen.
Topik ini diangkat Senator Lia Istifhama saat mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Gedung DPD RI Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menyampaikan pentingnya menjaga marwah sejarah Majapahit hingga Walisongo sebagai pilar identitas bangsa.
Pada rapat tersebut, Ning Lia menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan engine of growth atau mesin pertumbuhan bagi ekonomi bangsa.
Lia juga secara spesifik mengangkat potensi besar Jawa Timur sebagai pusat situs arkeologi terbesar di Indonesia.
"Jawa Timur adalah rumah bagi situs Majapahit dan naskah-naskah kuno era Walisongo. Manuskrip-manuskrip ini adalah identitas local wisdom kita yang tidak ternilai," ungkap Lia.
Keponakan Gubernur Jatim Khofifah ini juga mendorong pemerintah pusat untuk melakukan langkah pelestarian yang lebih detail dan holistik.
Menurutnya, digitalisasi naskah kuno adalah harga mati agar kekayaan intelektual leluhur tidak lekang oleh zaman dan tetap relevan bagi generasi mendatang.
Selain mengangkat sejarah makro, Ning Lia turut memberikan kritik konstruktif yang menyasar dunia sastra dan perfilman.
Ia berharap Kementerian Kebudayaan memberikan stimulus agar setiap karya tulis, baik novel maupun jurnal ilmiah, menyertakan penjelasan budaya lokal.
"Kita perlu meniru naskah luar negeri. Mereka selalu menyertakan footnote (catatan kaki) untuk menjelaskan istilah khas budaya mereka. Kita pun harus begitu; istilah seperti Ludruk, Keroncong, atau Campursari harus dijelaskan secara detail dalam naskah agar pembaca global memahaminya," urai politisi 42 tahun ini.
Menurut senator peraih 2.739.123 suara dalam pemilu legislatif 2024, langkah sederhana namun komprehensif ini akan sangat efektif untuk memperkenalkan kekayaan diksi budaya Indonesia ke kancah internasional.
Kemudian, rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan strategis dengan Komite III DPD RI resmi mendukung penguatan kebijakan pemajuan kebudayaan nasional sebagai fondasi pembangunan nasional.
Kabar baiknya, Kementerian Kebudayaan juga memberikan lampu hijau terhadap RUU tentang Bahasa Daerah usulan DPD RI untuk dibahas pada tahun ini.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut hangat masukan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi di seluruh provinsi, termasuk melibatkan DPD RI dalam pengawasan program di lapangan.
"Kami akan menggandeng sektor swasta untuk mempercepat revitalisasi cagar budaya, situs bersejarah, hingga museum secara berkelanjutan," tegas Fadli Zon.
Adapun mengenai Kerajaan Majapahit yang dibahas Lia Istifhama merupakan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara yang berdiri dari tahun 1293 hingga sekitar 1527 Masehi.
Majapahit berpusat di Jawa Timur, tepatnya di wilayah Trowulan, Mojokerto. Kerajaan ini dikenal karena keberhasilannya menyatukan sebagian besar wilayah Nusantara di bawah satu kekuasaan. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?