Gambar: Konferensi Pers BJB Festival di Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang
MALANG | JATIM SATU NEWS.COM: Festival Busu Jaman Biyen (BJBfest) yang sempat mati suri sejak pandemi Covid-19 melanda. Kini, bangkit karena adanya angin segar dari Dana Indonesia 2026. Sebuah program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Bantuan Pemerintah Pusat ini mengembalikan kembali marwah kebudayaan warga Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang sempat redup.
Kusnadi selaku Penanggungjawab BJBfest 2026 menyampaikan rasa syukur yang mendalam lantaran BJBfest lolos dalam kurasi nasional Dana Indonesiana 2026.
"Alhamdulillah, ini adalah berkah dan jawaban atas doa dan kerja keras masyarakat petani Dusun Busu. Setelah lama vakum karena kendala ekonomi pasca pandemi, tahun ini BJBFest mendapatkan fasilitasi dari negara," ungkapnya saat konferensi pers di Balai Dusun Busu. Kamis (2/4/2026).
Dikatakannya, dukungan yang diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana, menjadi mesin penggerak utama yang menghidupkan kembali kebudayaan Dusun Busu. "Dana Indonesia ini bukan sekedar bantuan finansial semata, namun merupakan bentuk pengakuan negara terhadap inisiatif budaya akar rumput yang memberikan ruang aman untuk bereksplorasi tanpa harus kehilangan jati diri sebagai masyarakat agraris," beber Kusnadi.
Menurutnya, kehadiran negara melalui kebijakan Dana Indonesiana dapat menciptakan sinergi antara berbagai elemen penggiat seni yang diwujudkan dari kolaborasi antara BJBfest dengan Malang Dance yang dipimpin oleh Winarto Ekram.
"Beliau juga penerima manfaat dari program Dana Indonesiana dalam pagelaran teater bertajuk Pengakuan Rahwana," ujar Kusnadi.
Ia menegaskan bahwa Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan ini mampu memberi ruang kolaborasi lintas disiplin dan wilayah. "Di BJBfest 2026, dukungan negara dimanifestasikan dalam penguatan ikon-ikon unik desa seperti Ludruk Organik yakni sebuah grup teater rakyat yang seluruh pemainnya adalah petani lokal serta pelestarian Tari Topeng Jabung melalui Sanggar Dharma Langgeng," urai Kusnadi.
Dengan adanya Dana Indonesiana, pihaknya dapat menunjukkan bahwa desa punya kedaulatan budaya berupa infrastruktur festival. Mulai dari panggung tradisi, penataan bazar gastronomi di halaman rumah warga hingga dokumentasi yang lebih berkualitas sehingga Budaya Dusun Busu bisa dikenal hingga tingkat nasional.
"Dana Indonesiana ini merupakan simbol kehadiran negara dalam menjaga nafas kebudayaan di pelosok negeri. Program ini tidak hanya membiayai panggung pertunjukkan, namun juga membiayai harapan, kebanggaan dan harga diri sebuah komunitas yang selama puluhan tahun konsisten menjaga adat istiadatnya," ucap Kusnadi.
Dirinya menambahkan, BJBfest akan diselenggarakan pada 10 hingga 12 April 2026 dan diharapkan dapat menjadi model ideal bagaimana negara dan rakyat bisa saling bahu-membahu dalam pemajuan kebudayaan.
"Dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini membuktikan bahwa dari dusun kecil di Jabung telah lahir sebuah gema budaya yang besar, otentik dan berdaulat. Busu Jaman Biyen, bukan lagi sebagai kenangan melainkan sebuah masa depan Kebudayaan Malang yang cerah karena adanya sinergi yang tepat antara rakyat dan negara," pungkas Kusnadi disambut tepuk tangan dan tawa renyah pemain Ludruk Organik. (Ans)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?