![]() |
| Prodi Biologi FMIPA UB menggelar summer course 2026 yang diikuti 12 mahasiswa asing dari Malaysia./dok. FMIPA UB |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Sebanyak 12 mahasiswa asing dari progam sarjana hingga pascasarjana mengikuti program summer course bertemakan Banyuwangi Coffee Learning Program: Field Study, Workshop and Cultural Engagement from Farm to Cup.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Biologi FMIPA UB yang bekerjasama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS) selama satu minggu yakni 7-15 April 2026 di Malang dan Banyuwangi.
Kegiatan ini dikoordinir oleh Dr. Muhammad Yusuf S.Si., M.Si (UB) dengan dua dosen pendamping Mufidah Afiyanti S.P., Ph.D (UB) dan Dr. Umi Hartina Binti Mohamad Razali dari (UMS).
Lalu, 12 mahasiswa asing menginap di salah satu rumah di Desa Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi untuk mempelajari pertanian kopi, pengelolaan pasca panen hingga penyajian dan cita rasa secara tradisional sekaligus berinteraksi dengan para petani.
Kegiatan ini merupakan Summer Course ke-5 yang diadakan oleh Departemen Biologi UB.
Tahun ini, pelaksanaannya selama sepuluh hari terdiri dari 3 hari dilaksanakan secara online dan 7 hari dilaksanakan di Universitas Brawijaya dan Kabupaten Banyuwangi.
Program yang berlangsung selama sepuluh hari ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan menarik, seperti kunjungan ke perkebunan kopi, praktik pengolahan biji kopi, hingga pelatihan cupping atau uji cita rasa.
Peserta juga mendapatkan materi dari para ahli dan praktisi industri kopi yang telah berpengalaman.
"Pada kegiatan di Banyuwangi ini, para peserta banyak berinteraksi dengan warga lokal sehingga diharapkan dapat mengetahui budaya dan berbagai jenis kopi rakyat di Banyuwangi hingga pengetahuan baru pengelolaan pasca panen secara tradisional sekaligus cita rasa yang unik," ungkap Muhammad Yusuf.
Selain itu, mahasiswa juga belajar tentang teknik budidaya yang ramah lingkungan serta tantangan yang dihadapi petani, seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar.
Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk summer course ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam bidang pertanian, rural studies, dan manajemen sumber daya alam terutama untuk pengelolaan pasca panen kopi di Asia Tenggara dalam menangani permasalahan pangan.
Kegiatan hari pertama di Banyuwangi dilakukan dengan materi Klasifikasi kopi dan Keanekaragaman flora agroforestry kopi.
Melalui materi tersebut mahasiswa dapat mengetahui jenis dan keanekaragaman flora pada agroforestri kopi.
Pada materi kedua yakni Teknik Penanaman Kopi dan Meningkatkan Produktivitas Kopi, mahasiswa berinteraksi dan berkomunikasi dengan para petani lokal, serta praktik langsung bagaimana grafting, pruning hingga pemetikan kopi dilakukan.
"Kalipuro merupakan salah satu wilayah di Banyuwangi yang memiliki keanekaragaman hayati khususnya agroforestry kopi, selain itu pengelolaan tradisional yang masih terus di lestarikan masyarakat," ucap Imron, petani kopi dan founder dari MEM Secang Kalipuro
Peserta mahasiswa dari luar negeri sangat antusias mengikuti kegiatan dengan beragam pertanyaan hingga praktik secara langsung yang didampingi oleh petani lokal.
![]() |
| Mahasiswa asing dari Malaysia praktik langsung di perkebunan kopi Banyuwangi bersama program dari Universitas Brawijaya Malang./dok. FMIPA UB |
"Saya senang akan kegiatan ini, menyenangkan, pengalaman berharga dan pertama kali saya datang ke Banyuwangi. Saya sangat terbuka mata dan tertarik untuk mengembangkan kopi dan meningkatkan kualitas kopi dengan beragam jenis," kata Muhammad A’rif Bin Mohd Ajib dari Universiti Teknologi MARA.
Program summer course ini menjadi agenda tahunan Departemen Biologi Universitas Brawijaya. Program ini dapat membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor kopi Indonesia.
Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), perubahan iklim (SDG 13), dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17) melalui peningkatan kapasitas generasi muda dan penerapan praktik berkelanjutan dalam industri kopi. ***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?