MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas melakukan kunjungan kerja ke Koperasi SAE Pujon, Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini menjadi peristiwa penting dalam mendorong hilirisasi produk susu melalui pembangunan pabrik pengolahan susu UHT di wilayah Pujon, Kabupaten Malang.
Menyaksikan sendiri kondisi Kop Sad. Zulhas menegaskan pentingnya hilirisasi agar produk susu dari peternak tidak lagi dikirim keluar daerah untuk diolah, sehingga dapat menekan biaya distribusi dan meningkatkan nilai tambah bagi peternak.
“Hilirisasi itu industrinya sampai jadi. Kalau sekarang susu dari sini dikirim ke Bandung, ongkosnya cukup besar. Kalau dibuat di sini jadi UHT, tidak perlu ongkos lagi. Produk akhir bisa langsung dijual dan mensuplai SPPG di seluruh Kabupaten Malang dan sekitarnya,” ujar Zulhas.
Ia menilai langkah tersebut akan lebih efisien dibandingkan sistem saat ini, di mana susu dari Malang dikirim ke Bandung untuk diolah, kemudian kembali lagi ke Malang dalam bentuk produk jadi.
“Kalau di sini diolah menjadi UHT, bisa langsung supply. Tidak perlu kirim jauh dulu. Saya apresiasi, ternyata kalau diurus dengan baik koperasi ini maju dan pesat. Saya bangga ada Kop Sae Pujon, ini salah satu koperasi terbaik yang saya kunjungi,” tambahnya.
Zulhas juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan pabrik pengolahan susu tersebut, baik melalui kerja sama swasta maupun dukungan pemerintah.
“Saya dukung penuh. Kalau bisa swasta, silakan. Kalau tidak ada, baru negara. Yang penting ini segera direalisasikan,” tegasnya.
Ketua Kop Sad H.M Niam Shofi dan Menteri ZulhasKetua Kop Sae, H. M. Niam Shofi menyampaikan harapannya agar dukungan pemerintah dapat mempercepat rencana pembangunan pabrik pengolahan susu di Pujon.
Sementara itu, Sekretaris Kop Sae Nur Kayin menjelaskan bahwa kunjungan Menteri Zulhas sebenarnya telah direncanakan sebanyak tiga kali sebelumnya, namun baru kali ini dapat terealisasi.
“Beliau sebenarnya sudah tiga kali menjadwalkan kunjungan ke sini, namun baru hari ini bisa terlaksana. Secara psikologis kami sangat berterima kasih karena ini memberikan support besar bagi pengembangan Kop Sae ke depan,” ujarnya.
Nur Kayin menjelaskan, Kop Sae sebenarnya telah merencanakan pembangunan pabrik pengolahan susu, namun masih membutuhkan kepastian kerja sama dan perhitungan teknis.
“Kami akan menghitung sistem kerja sama, biaya produksi, hingga pembagian keuntungan. Insyaallah dalam dua sampai tiga bulan ke depan akan kita tindak lanjuti,” jelasnya.
Saat ini, produksi susu Kop Sae mencapai sekitar 130 ton per hari, namun yang diolah menjadi produk turunan baru sekitar 2 persen. Sisanya masih dijual dalam bentuk susu segar ke industri besar seperti NestlΓ©, Diamond Cold Storage, dan Ultrajaya Milk Industry.
“Kalau pabrik UHT bisa terealisasi, nilai jual susu akan meningkat dan kesejahteraan anggota koperasi juga semakin baik,” tambahnya.
Gus Ipung ( Hem putih)Dukungan juga datang dari anggota DPR RI Syaiful Nuri atau yang akrab disapa Gus Ipung (menantu pengasuh pesantren Sidogiri Pasuruan). Ia menilai program hilirisasi ini tidak hanya penting bagi Pujon, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai daerah penghasil susu di Indonesia.
“Ini tidak hanya berlaku di Pujon, tapi juga di seluruh Indonesia. Seperti di Pasuruan, ada koperasi susu di Tutur dan Puspo yang juga bisa membangun pabrik sendiri untuk memangkas biaya distribusi,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Zulhas bersama rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas milik Kop Sae, di antaranya pangkalan susu dan produksi susu Pasteurisasi, Saepro Feed kawasan peternakan sapi milik Kop Sae, serta Waserda Kantor Kop Sae yang dilengkapi Kafe Susu. Ans






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?