Banner Iklan

Senator Lia Istifhama Jelaskan Alasan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM saat Minyak Dunia Tembus 100 Dolar

Admin JSN
20 Maret 2026 | 12.39 WIB Last Updated 2026-03-20T05:39:45Z
Anggota DPD RI, Lia Istifhama menanggapi kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM subsidi meski minyak dunia tembus 100 dolar per barel./dok. Istimewa


SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Komisi III Lia Istifhama menjelaskan alasan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) saat harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS alias setara 1.692.800 rupiah, menurut kurs 20 Maret 2026.

Menurut Senator Lia Istifhama, pemerintah Republik Indonesia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan, meskipun harga minyak dunia saat ini telah menembus angka di atas 100 dolar AS per barel.

Menurutnya, kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak ekonomi.

Lia kemudian menegaskan, pemerintah memilih menyerap tekanan kenaikan harga energi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat.

"Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb (serap) tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti kayak negara-negara lain pada panik orang-orang," ungkap Lia pada Kamis (19/3) di Surabaya.

Mekanisme subsidi energi di Indonesia menurut penjelasannya, telah dirancang secara matang dalam kerangka tahunan. Artinya, fluktuasi harga minyak global sebenarnya sudah diperhitungkan dalam postur APBN sejak awal.

Pemerintah juga disebut telah mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk lonjakan harga minyak dunia, sehingga kondisi fiskal tetap terkendali.

"Kan subsidi kita diatur dan dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Kita akan melakukan langkah-langkah entah penghematan, entah ini peningkatan pendapatan supaya APBN kita aman dan sampai sekarang hitungannya masih aman," bebernya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini juga menjelaskan, pemerintah tidak hanya mengandalkan subsidi, tetapi juga menyiapkan strategi tambahan untuk menjaga kesehatan fiskal negara. Langkah ini meliputi efisiensi belanja negara hingga optimalisasi pendapatan.

Kebijakan ini ia nilai penting agar APBN tetap kuat dalam menghadapi tekanan global tanpa harus membebani masyarakat dengan kenaikan harga BBM.

Selain itu, Lia menekankan pentingnya peran APBN sebagai peredam gejolak (shock absorber). Menurutnya, jika tekanan harga energi langsung dialihkan ke masyarakat, hal tersebut berpotensi memicu kepanikan, seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.

"Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa APBN adalah meng-absorb shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya tanpa kenaikan beban yang berlebihan. Itu yang kadang-kadang dilupakan orang," tandas senator yang mendapat 2.739.123 suara dalam pemilu legislatif 2024.

Lia mengharapkan dengan kebijakan ini, aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal, sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama Jelaskan Alasan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM saat Minyak Dunia Tembus 100 Dolar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now