![]() |
| Megawati Hangestri saat menjadi salah satu pemandu undian AVC Champions League 2026 di Jakarta (15/3)./Instagram @avcvolley |
DAEJEON | JATIMSATUNEWS.COM - Atlet bola voli nasional, Megawati Hangestri Pertiwi masuk pemberitaan besar di Korea Selatan pada awal pekan ini.
Merujuk pada banyak rilisan media massa Korea Selatan Senin (16/3) kemarin, terlihat Megawati Hangestri masuk topik panas pada kolom olahraga voli Korea.
Hal ini disebabkan adanya konfirmasi dari agen Mega khusus di Korea Selatan yang berbicara kepada media bahwa pemain yang berjuluk Megatron ini tidak akan bermain di V League Korea musim depan, alias 2026/27.
"Banyak yang penasaran tentang masa depan Mega. Mega tetap bertekad untuk kembali menantang panggung Korea," ungkap agen Mega, dikutip dari laman Yonhap News dan SBS Sports.
"Namun, dengan tubuh yang sehat setelah menyelesaikan perawatan lututnya. Mega menolak bermain di Korea tahun ini (2026) meski aturan pemain asing Asia sudah bebas transfer. Bukan karena masalah gaji, tetapi karena kondisi lututnya belum sembuh total. Mega ingin kembali jika lututnya sudah sehat," jelas agen Mega.
Melalui pernyataan tersebut maka Mega dipastikan tidak akan bermain di V League Korea musim 2026/27 yang merupakan edisi perdana liga voli Korea Selatan menerapkan transfer pemain asing Asia tanpa seleksi (try out).
Sebelumnya, pemain asing Asia mengikuti regulasi pemain asing general yang harus mendaftar try out terlebih dahulu.
Mega menjadi salah satu dari tiga pemain putri Indonesia yang mendaftar TO musim pertama pemberlakuan pemain asing Asia pada 2023/24.
Dua pemain lainnya adalah Wilda Siti Nur Fadhilah Sugandi dan Mediol Stiovanny Yoku.
Jika Mega terpilih oleh Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, Medi Yoku sempat dipilih oleh GS Caltex Seoul. Namun, Medi batal diikat kontrak setelah setter GS cedera. Mereka kemudian memilih setter asal Filipina, Iris Janelle Tolenada, yang kemudian diganti lagi dengan Darin Pinsuwan dari Thailand.
Dengan demikian, Megawati Hangestri Pertiwi menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di V League Korea sekaligus salah satu pemain Asia generasi pertama sejak regulasi tersebut ditetapkan.
Hasilnya, Mega yang bertandem dengan Giovanna Milana Day berhasil membawa Red Sparks finis ketiga di V League 2023/24. Sekaligus untuk pertama kali lolos ke play-off kejuaraan akhir musim setelah 2016/17.
Secara individu, Mega juga tampil mengesankan. Sebagai pemain asing Asia, ia berhasil menunjukkan perannya sebagai opposite hitter utama Red Sparks bukan sebuah kesalahan. Ia mampu mencetak 736 poin, dan berada di urutan ketujuh pencetak skor terbanyak pada musim reguler.
Kemudian, pada musim kedua yakni 2024/25, Mega yang bertandem dengan Vanja Bukilic meningkatkan ketajamannya dengan mencetak 802 poin dan berada di urutan ketiga dalam daftar top skor musim reguler. Pemain bertinggi badan 185 cm ini hanya kalah dari Gyselle Silva (Kuba) yang mencetak 1008 poin dan Viktoriia Danchak (Ukraina) dengan 910 poin.
Red Sparks asuhan Pelatih Ko Hee-jin pun dibawa lolos ke play-off lagi dan bahkan mencapai babak final. Meski kemudian gagal juara, kembalinya Red Sparks ke babak final akhir musim adalah yang pertama kali setelah 2011/12.
![]() |
| Megawati Hangestri menjadi pemain andalan Ko Hee-jin di Red Sparks dalam dua musim terakhir yang sukses tampil di play-off back to back./dok. KOVO |
Tren positif dalam dua musim terakhir inilah kemudian membuat Mega sempat ditawari perpanjangan kontrak selepas musim 2024/25 berakhir. Namun, pemain asal Jember ini memilih kembali bermain di Indonesia sembari memulihkan cedera lutut yang dialami pada akhir musim di Red Sparks.
Maka, musim 2025/26 menjadi pertama kali bagi Red Sparks tanpa Mega sejak regulasi kuota asing Asia berlaku. Wipawee Srithong sempat menjadi pemain asing Asia pada awal musim.
Tetapi, karena pemulihan cedera lutut ACL-nya lama untuk pulih, outside hitter asal Thailand ini berpisah dengan Red Sparks.
Pemilik 3 gelar V League ini kemudian merekrut pemain Mongolia, Jamiyanpurev Enkhsoyol alias Inkushi.
Pemain 21 tahun ini menjalani debut pada 19 Desember 2025 saat melawan GS Caltex, dan mencetak 11 poin.
Namun, konsistensi Inkushi tidak stabil. Dalam 10 pertandingan pertamanya sebagai OH Red Sparks, Inkushi lima kali mencetak dua digit poin dan lima kali pula gagal menembus 10 poin.
Ketidakkonsistenan ini membuat Ko Hee-jin mulai menepikan Inkushi dalam tiga pertandingan. Pemain yang sekolah dan kuliah di Mokpo ini kemudian diturunkan pada laga terakhir musim reguler melawan Gwangju AI Peppers (15/3) meski tidak secara penuh.
![]() |
| Jamiyanpurev Enkhsoyol alias Inkushi menjadi pemain asing Asia di Red Sparks pada paruh kedua musim reguler V League Korea 2025/26./Instagram @red__sparks |
Secara keseluruhan, Inkushi bermain 17 kali, mencetak 104 poin, dengan 32,65% serangan sukses, dan 44 kali kesalahan.
Performa Inkushi sebagai pemain asing Asia pun sulit untuk memberi keseimbangan kepada pemain asing Elisa Zanette yang menjadi opposite hitter Red Sparks musim ini.
Jika Inkushi hanya mencetak 6,12 poin per laga, Zanette yang absen 5 pertandingan mencetak 18,9 poin.
Kombinasi dua pemain asing ini berbeda jauh dengan kombinasi Mega dan Gia yang mencetak 21,02 dan 20,29 poin per laga.
Apalagi jika dibandingkan dengan duet Mega-Bukilic yang masing-masing mencetak 25,06 dan 21,26 poin per laga.
![]() |
| Elisa Zanette sempat absen lima pertandingan karena ayahnya meninggal dan karena cedera dahi./Instagram @red__sparks |
Dengan penurunan standar kontribusi dua pemain asingnya, Red Sparks pun terjun bebas pada musim 2025/26.
Mereka yang musim sebelumnya adalah penantang gelar Incheon Heungkuk Pink Spiders kini justru finis di dasar klasemen dengan 26 poin dan delapan kemenangan.
Torehan poin dan jumlah kemenangan tersebut sama seperti musim 2014/15. Bahkan, juga finis di dasar klasemen meski di urutan keenam, karena Gwangju AI Peppers baru debut pada musim 2021/22.
Melihat penurunan drastis performa dan hasil akhir Red Sparks musim ini, tak mengherankan jika kemudian Mega dikaitkan dengan potensi kembali ke Red Sparks untuk mendongkrak kembali performa tim.
Namun, dengan konfirmasi dari agen Mega di Korsel tersebut membuat harapan penggemar Red Sparks di Korea Selatan dan Indonesia pupus. Setidaknya pada musim 2026/27.
Bisa saja pada musim berikutnya, dengan fisik yang kembali 100 persen bugar, Mega yang dijuluki 'Kim Yeon-koung Indonesia' oleh Sports Chosun ini akan mempertimbangkan peluang untuk kembali beraksi di V League Korea. Menarik ditunggu! ***
Penulis: YAN
Baca juga: AVC Champions League, Ajang Bergengsi Voli Asia yang Pernah Dimenangkan Klub Ko Hee-jin


.jpg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?