NGAWI I JATIMSATUNEWS.COM:
Sedekah sayur gratis Muslimat Widodaren Ngawi hari Sabtu pagi di Ramadhan ke-17 berada di Anak Ranting Tretes Karangbanyu dan Anak Ranting Grenteng Kauman.(7/03/2026)
"Ah, sebenarnya anak ranting Tretes ini adalah salah satu favorit saya. Lokasinya ada di lor gawan. Kalau kesana harus melewati hutan. Dulu ingat sekali, saya dipandu oleh Mas Zuhrul ketua Ansor, untuk mengunjungi Tretes, saya minta kepada bu Darni untuk menjadi ketua," tutur Dina Anwary mengenang perjuangannya lima tahun lalu pada Jatimsatunews Sabtu pagi (7/03/2026).
PR Ranting Karangbanyu dipimpin oleh Munjiatin, yang tinggal di Jatirsari. Masih tergolong ranting kecil, namun demikian tidak mengurangi semangat untuk berkhidmah di organisasi. Ada empat anak ranting di Karangbanyu antara lain; Jatisari, Ngampon, Pulo, dan Tretes.
"Alhamdulillah kalau sayuran kan diambilnya dari hasil kebun jamaah. Nah untuk tempe itu ada hampir 200 pcs dan tahunya 2 blek. Tiap anak ranting dimintai iuran kas, rata-rata memberikan Rp.300 ribu. Selainnya ada donatur juga," jelas ketua Muslimat anak ranting Tretes semangat.
Di sisi lain, titik kedua ada di lokasi PAR anak ranting Grenteng, PR Kauman yang juga terhitung anak ranting baru di struktural Muslimat NU Widodaren Kabupaten Ngawi.
"Terdapat 24 PJ yang bertugas untuk acara sedekah sayur ini. Tahun lalu hanya 12 orang. Nah karena hari ini ada 2 titik lokasi, maka tiap lokasi ada 12 PJ yang bertugas, untuk memastikan keberlangsungan sedekah sayur gratis Muslimat Kecamatan Widodaren berjalan lancar," jelas salah satu pengurus Ancab yang menjadi PJ acara sedekah sayur.
Selanjutnya dalam acara sambutan dan doa, diserahkan kepada ketua anak ranting dan imam masjid atau mushola setempat. Hal ini untuk melatih kaderisasi sekaligus mengenalkan pimpinan anak ranting (PAR) dan pimpinan ranting (PR) kepada pengurus Ancab, juga pengunjung yang datang untuk mengambil sayuran dan lauk-pauk gratis.
Diharapkan acara sedekah sayuran gratis akan terus berlanjut, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat dan syiar organisasi. Di mana gemar berbagi menjadi tradisi Ke-NUan yang sejak lama sudah diwariskan oleh para muasis NU.(Qony)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?