![]() |
| Dinamika global yang memanas, Senator Lia Istifhama mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengundang ulama dan ormas Islam untuk berdiskusi./dok. Istimewa |
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Jawa Timur periode 2024-2029, Lia Istifhama mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengundang para ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam untuk berbuka puasa bersama.
Buka bersama ini sekaligus diisi dengan diskusi kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (5/3).
Senator Lia menilai, di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia yang memanas, langkah merangkul tokoh agama dan ormas merupakan sinyal kepemimpinan yang menenangkan.
"Situasi global sedang tidak baik-baik saja. Maka pertemuan dengan para ulama dan tokoh ormas adalah langkah yang tepat. Yaitu, menyerap pandangan, merawat persatuan, dan meneguhkan ketenangan publik," ungkap Lia (7/3).
Pertemuan ini dihadiri 158 pimpinan ormas Islam yang mewakili 86 ormas, ditambah tokoh Islam dan pimpinan pondok pesantren.
Prabowo dan para pimpinan ormas membahas situasi geopolitik dan geoekonomi global, termasuk krisis di Timur Tengah. Mulai dari Gaza, Palestina hingga perkembangan pascaserangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Termasuk kemungkinan dampaknya bagi Indonesia.
Selain itu, turut dibahas kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri yang tak kalah penting untuk mengetahui seberapa kuat Indonesia bertahan dalam dinamika global tersebut.
Menurut Lia, komunikasi pemerintah dengan ulama dan ormas penting agar masyarakat mendapat penjelasan yang utuh dan tidak mudah terseret informasi simpang siur.
Senator 42 tahun ini juga berharap, dialog lintas tokoh dapat memperkuat barisan kebangsaan dalam menghadapi tekanan global.
"Di saat dunia bergejolak, bangsa ini butuh kesejukan. Kiai, ulama, dan ormas punya peran strategis untuk menjaga nalar publik tetap jernih dan persaudaraan tetap kuat," imbuh putri KH. Maskur Hasyim.
Keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini juga mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan tidak mudah terpancing provokasi.
"Yang paling dibutuhkan hari ini adalah persatuan, disiplin informasi, dan doa bersama agar Indonesia tetap kuat menghadapi gelombang global," tegasnya. ***
Editor: YAN
Baca juga: Jangan Panic Buying BBM



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?