Puasa ke-25, Zakat Mal, Integrated Farming System, dan Ketahanan Pangan, Kolom Ramadan bersama Prof Fauzan Zenrif
KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Sekali lagi saya akan menunjukkan fakta bahwa Puasa Ramadhan tidak hanya mengajarkan manusia untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Salah satu instrumen penting dalam Islam untuk mewujudkan hal tersebut adalah zakat mal. Zakat mal memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk membangun sistem ekonomi produktif yang mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang. Dalam konteks masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan usaha kecil, zakat mal dapat diarahkan untuk mengembangkan integrated farming system, yaitu sistem produksi yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, pengolahan hasil, hingga pengelolaan limbah dalam satu siklus ekonomi yang saling mendukung.
Konsep integrated farming system pada dasarnya menempatkan setiap aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Hasil dari satu sektor produksi menjadi bahan bagi sektor lainnya sehingga tercipta efisiensi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik untuk pertanian, sementara hasil pertanian dapat menjadi bahan baku industri rumah tangga. Bahkan limbah dari aktivitas ekonomi tersebut dapat kembali dikelola menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi baru. Dengan cara ini, satu program pemberdayaan tidak hanya menghasilkan satu jenis usaha, tetapi menciptakan jaringan kegiatan ekonomi yang saling memperkuat.
Model seperti ini sudah pernah saya kembangkan di Badan Amil Zakat Nasional Kota Malang, dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat, pada periode 2014 hingga 2018. Dalam program tersebut, dana BAZNAS tidak hanya diberikan sebagai bantuan modal usaha, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis integrated farming system yang melibatkan berbagai kegiatan produksi masyarakat.
Salah satu contoh program yang dikembangkan adalah pengembangan peternakan kambing yang ditempatkan di wilayah RW 5 Kedungkandang di Malang. Program peternakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem produksi yang lebih luas. Kotoran ternak kambing diolah menjadi pupuk organik yang kemudian digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian tanaman herbal seperti stevia dan berbagai tanaman obat keluarga (TOGA).
Pertanian stevia dan TOGA tersebut tidak berhenti pada tahap produksi tanaman saja. Hasil panen tanaman herbal tersebut kemudian diolah lebih lanjut menjadi bahan baku produksi jamu tradisional yang dikembangkan di wilayah Buring. Dalam proses ini masyarakat tidak hanya berperan sebagai petani, tetapi juga sebagai pelaku industri rumah tangga yang memproduksi jamu herbal.
Produk jamu tersebut kemudian diproses, dikemas, dan dipasarkan melalui jaringan usaha mikro yang tersebar di berbagai toko kecil dan warung di lingkungan masyarakat. Dengan cara ini, satu kegiatan pertanian mampu menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi sekaligus, mulai dari peternakan, pertanian, pengolahan produk, hingga perdagangan.
Program integrated farming system ini bahkan diperluas hingga pada pengelolaan limbah ekonomi masyarakat. Sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas toko dan warung yang menjadi mitra UMKM tidak dibiarkan menjadi limbah yang merusak lingkungan. Sampah tersebut dikumpulkan dan dikelola melalui unit pengolahan plastik yang dikembangkan di beberapa wilayah masyarakat. Di wilayah Arjowinangun, misalnya, dikembangkan fasilitas pengolahan sampah plastik melalui mesin pelletizer yang mengubah limbah plastik menjadi bahan baku plastik daur ulang. Bahan baku tersebut kemudian diproses lebih lanjut melalui mesin inject di wilayah Kedungkandang Dalam untuk menghasilkan berbagai produk plastik berbentuk reggae. Bahan yangs ama dari Arjowinangun tersebut juga diproduksi menjadi kantong plastik melalui unit produksi kresek yang berada di kawasan Kedung Kandang Atas.
Yang menarik dari sistem ini adalah bahwa pelaku UMKM yang sebelumnya hanya berperan sebagai pedagang juga menjadi bagian dari jaringan pemasaran produk daur ulang tersebut. Mereka tidak hanya menjual produk konsumsi sehari-hari, tetapi juga ikut menggunakan dan memasarkan berbagai produk hasil pengolahan plastik daur ulang kepada masyarakat. Dengan cara ini, siklus ekonomi masyarakat tidak hanya menciptakan usaha baru, tetapi juga memperkuat kesadaran lingkungan melalui pengelolaan limbah yang produktif.
Model pemberdayaan yang saya sebut dengan Linkage Program ini menunjukkan bahwa zakat mal dapat memainkan peran yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat, dari hulu hingga hilir. Sebuah program yang dapat merealisasikan konsep hilirisasi sejak tahun 2014.
Pada saat itu, dana Baznas tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun sistem ekonomi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, pendekatan ini juga sangat sejalan dengan agenda pembangunan global yang dikenal sebagai Sustainable Development Goals yang dikembangkan oleh United Nations, terutama dalam upaya mengurangi kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendorong produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.
Di sinilah, sekali lagi, puasa Ramadhan kembali menunjukkan makna sosialnya yang sangat dalam. Puasa bukan hanya latihan spiritual untuk merasakan lapar dan dahaga, tetapi juga pendidikan moral untuk membangun masyarakat yang mampu mengelola sumber daya secara bijaksana dan berkeadilan. Melalui zakat mal yang dikelola secara produktif dan terintegrasi, umat Islam sebenarnya memiliki instrumen yang sangat kuat untuk menciptakan sistem ekonomi yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan bagi generasi yang akan datang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?