DPD RI Lia Istifhama dan Pasha Ungu, Langkah Politik Senator DPD RI Lia Istifhama Mencuat
KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Nama Lia Istifhama kembali viral. Senator DPD RI asal Jawa Timur tersebut dikenal sebagai wajah baru dalam kancah politik nasional sejak Pemilu 2024, sempat viral karena banner wajahnya dicium seorang ODGJ. Kini, langkah politiknya semakin mendapat perhatian publik seiring keberaniannya menyuarakan berbagai isu nasional terkini.
Perempuan bergelar doktor tersebuta berhasil meraih 2.739.123 suara pada Pemilu 2024, menempatkannya sebagai senator perempuan non-petahana dengan raihan suara terbesar secara nasional. Tak hanya dikenal karena suara jumbo, Lia Istifhama juga aktif, tegas, dan responsif dalam menyuarakan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari isu pendidikan, sosial ekonomi, hingga kebijakan nasional.
Paras Cantik, Sepak Terjang Politik yang Unik
Pada masa kampanye Pemilu 2024, Ning Lia Istifhama dikenal publik dengan sebutan "Ning Lia Jilbab Ijo". Warna hijau yang menjadi ciri khasnya di kartu suara, dipadu senyum kalem ala santri, menjadi strategi komunikasi politik yang efektif. Ia berhasil menembus dominasi politik di Provinsi Jawa Timur yang memiliki jumlah pemilih terbesar nasional.
Sebagai pendatang baru, perjalanan politik Lia tidak mudah. Apalagi, ia kerap dikaitkan sebagai keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, putri tokoh NU almarhum KH Masykur Hasyim tersebut membuktikan bahwa keberhasilannya diraih melalui kerja keras, bukan sekadar faktor keluarga.
Strategi kampanye yang sederhana namun efektif juga menjadi ciri khasnya. Banner bergambar dirinya yang tersebar di berbagai daerah bahkan memunculkan kisah unik yang viral di media sosial.
Salah satu kejadian yang mencuri perhatian terjadi di perempatan lampu lalu lintas Pagotan, Kabupaten Madiun. Sebuah video yang diunggah akun TikTok @me.bgs pada 19 Januari 2024 memperlihatkan seorang pria yang mencium banner wajah Lia Istifhama. Video tersebut menggunakan backsound lagu “Cinderella” milik Radja dan langsung viral dengan lebih dari 500 ribu penonton.
Beragam komentar warganet pun membanjiri unggahan tersebut, mulai dari komentar humor hingga simpati terhadap pria tersebut. Video itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga Twitter.
Politik dengan Gaya "CANTIK"
Lia Istifhama juga dikenal dengan konsep "CANTIK" yang sering ia sampaikan. Akronim tersebut berarti Cerdas, Inovatif, dan Kreatif, sebagai bentuk kritik terhadap fenomena beauty privilege yang dianggap sering menghambat gerakan perempuan di dunia politik.
Gaya komunikasinya yang tegas dan blak-blakan juga terlihat saat ia turun langsung ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pendekatan yang humanis namun kritis membuatnya cepat dikenal publik sebagai legislator yang responsif.
Soroti LPG 3 Kg hingga Kebijakan Sosial
Tak lama setelah dilantik pada 1 Oktober 2024, Lia Istifhama langsung menyoroti kebijakan pembatasan LPG 3 kg. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan dampak sosial ekonomi masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.
“Kita tetap mencoba menilai secara objektif kebijakan pemerintah. Jika tujuannya positif tentu kita dukung, namun akses masyarakat harus tetap diperhatikan,” tegasnya saat itu.
Selain itu, Lia juga aktif menyuarakan isu pendidikan dan perlindungan anak. Terbaru, ia mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Menurutnya, pembatasan tersebut penting untuk mencegah dampak negatif penggunaan gadget berlebihan terhadap perkembangan anak.
“Saat ini kita berhadapan dengan perkembangan komunikasi digital yang tidak semua anak mampu mengikuti secara bijak. Problem learning loss dan gangguan sosial akibat kecanduan gadget menjadi tantangan bersama,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Isu Terkini: MBG, Guru Madrasah, hingga Ketahanan Pangan
Dalam beberapa waktu terakhir, Lia Istifhama juga aktif menyuarakan isu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan program tersebut seharusnya lebih difokuskan kepada masyarakat pada kelompok desil 1, 2, dan 3 agar tepat sasaran.
Tak hanya itu, ia juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru madrasah dan tenaga pendidikan non formal yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Selain isu pendidikan, Lia juga mulai menyoroti ketahanan pangan nasional dan dampak ekonomi digital terhadap masyarakat daerah. Ia menilai kebijakan pembangunan nasional harus lebih memperhatikan daerah agar pemerataan ekonomi dapat tercapai.
Kepuasan Publik Tinggi
Sepak terjangnya mendapat apresiasi publik. Berdasarkan survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Lia mencapai 70,5 persen di Jawa Timur.
Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu legislator dengan tingkat kepuasan tertinggi.
Perempuan yang sejak kuliah aktif menulis di berbagai media massa tersebut juga dikenal memiliki pemikiran kritis melalui berbagai tulisan seperti “Fenomena Bintang via SMS”, “Polemik Teluk Buyat”, hingga “Transformasi Wajah Demokrasi di Era Digitalisasi”.
Kini, publik menantikan konsistensi langkah politik Lia Istifhama dalam menjaga amanah rakyat. Sosok yang dikenal anggun dengan kultur Jawa tersebut dinilai menjadi salah satu figur perempuan potensial dalam dinamika politik nasional ke depan. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?