Banner Iklan

Nuzulul Quran di MAN IC Pasuruan, Gus Bay Kupas Mukjizat Al Qur'an Hingga Kisah Adam Apple

Anis Hidayatie
11 Maret 2026 | 15.05 WIB Last Updated 2026-03-11T09:56:04Z


Kamad Nasrudin dan Gus Bay Nuzulul Quran di MAN IC Pasuruan

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Sore usai sholat asar di Masjid Al Firdaus MAN Insan Cendekia (IC) Pasuruan pada Selasa (10/3/2026) sore.

 Ratusan siswa, guru tenaga kependidikan serta perwakilan orang tua berkumpul dalam peringatan Nuzulul Quran. Bertajuk “Menghidupkan Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari.”

Kegiatan ini  istimewa dipandu 2 host 2 bahasa siswa MAN IC Pasuruan. Merupakan peringatan Nuzulul Quran perdana setelah tujuh tahun berdirinya madrasah tersebut.

Acara menghadirkan pembicara utama KH Ahmad Bayhaqi Kadmi, atau akrab dipanggil Gus Bay, dikenal luas sebagai dai muda dengan gaya ceramah yang komunikatif dan penuh humor, sehingga mampu menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan pesan keislaman secara mendalam kepada para siswa.

Mengawali acara lantunan ayat Alquran dilanjutkan sambutan Kepala MAN IC (Insan Cendekia ) Pasuruan Nasrudin. Menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen spiritual penting bagi para siswa, khususnya bagi siswa kelas XII yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa studinya.

“Kesempatan ini mungkin baru kali ini anak-anak memperingati Nuzulul Quran secara terpisah. Sebulan lagi bisa jadi kakak-kakak kelas XII sudah tidak lagi berada di masjid ini, tetapi di masjid kampus-kampus perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia berharap para siswa memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke keluarga saat libur menjelang Idul Fitri.

Kamad Nasrudin juga mengingatkan pentingnya menjaga adab ketika bersilaturahmi di masyarakat.

Menurutnya, perilaku siswa MAN IC akan menjadi sorotan masyarakat karena mereka dikenal sebagai pelajar dari madrasah unggulan.

“Ketika kalian pulang ke rumah dan bersilaturahmi, tunjukkan adab yang baik. Kalian akan dinilai oleh banyak orang,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan siswa tentang kedisiplinan penggunaan perangkat digital seperti ponsel dan laptop agar tetap digunakan untuk mendukung pembelajaran, bukan sebaliknya.

Ketua Komite MAN IC Pasuruan Khusnul Khotimah turut memberikan sambutan, menyampaikan harapan besar para orang tua kepada para siswa yang menempuh pendidikan di madrasah tersebut.

Ia menegaskan bahwa para siswa merupakan generasi harapan bangsa yang kelak diharapkan menjadi pemimpin, ilmuwan, maupun pengusaha yang memberi kontribusi bagi Indonesia.

“Jika suatu saat kalian menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang amanah. Jika menjadi ilmuwan, jadilah ilmuwan yang membangun bangsa. Orang tua di rumah bekerja keras dan berdoa untuk masa depan kalian,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk hidup mandiri, menjaga kesehatan, serta menghargai fasilitas yang telah disediakan oleh madrasah.

Penutup disajikan Gus Bay komunikatif. Mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang nyata dalam keseharian, bukan sekadar dibaca tanpa diamalkan.

Ia menjelaskan bahwa mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa Al-Qur’an bersifat abadi dan relevan sepanjang zaman.

“Al-Qur’an adalah pedoman kehidupan umat manusia. Mukjizat Nabi Muhammad bukan mukjizat musiman, tetapi mukjizat yang khusus diberikan kepada Nabi Muhammad dan terus hidup hingga hari ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak agar tidak terjebak pada hal-hal yang menjauhkan mereka dari nilai-nilai Al-Qur’an.


Gus Bay secara runut juga mengisahkan Hoks pertama di surga,  Setan lah pencetus Hoks itu, pembohong yang menyebut buah Khuldi boleh dimakan sehingga Hawa dan Adam sampai melanggar aturan. Diketahui Hoaks bacanya hoks asal kata hocus ( bahasa yunani ).

"Ketika Adam kemudian tergoda Adam makan apa tidak? Iya. Makan. Dan keluarlah jakun. Jakunnya Adam keluar. Buka kamus bahasa Inggris. Jakun itu bahasa Inggrisnya Adam Apple, artinya buah Khuldi disepakati mirip dengan apel," ucap Gus Bay Seraya menyebut merk ponsel bergambar apel sisa digigit.

Dalam pesan penutupnya, Gus Bay  memberikan tiga nasihat penting kepada para siswa ketika pulang ke rumah selama libur Ramadhan.

Pertama, menumbuhkan kasih sayang kepada orang tua dan keluarga.

Kedua, memperkuat silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

Ketiga, selalu memohon doa restu orang tua karena keberhasilan seseorang tidak lepas dari ridha mereka.

“Tidak ada orang sukses di dunia ini tanpa ridha orang tuanya,” pesannya.

Dengan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, para siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi cendekia yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas yang kuat. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Nuzulul Quran di MAN IC Pasuruan, Gus Bay Kupas Mukjizat Al Qur'an Hingga Kisah Adam Apple

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now