Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) tampak berbeda sore itu. Di antara barisan dosen dan staf, terlihat wajah-wajah mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Mereka hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai bagian inti dari perhelatan Grand Opening Qur’anic Academic Talk, Khotmil Qur’an, dan Buka Puasa Bersama yang digelar pada Rabu (11) kemarin.
Kehadiran mahasiswa internasional ini memberikan warna global pada acara yang sarat dengan nilai-nilai spiritualitas Islam tersebut. Bagi mereka, acara ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan ruang integrasi akademik dan kultural yang mendalam. Acara dibuka secara resmi dengan peluncuran Qur’anic Academic Talk, sebuah forum diskusi bergengsi yang menghadirkan Wakil Rektor I, Associate Professor Drs. H. Basri, MA, Ph.D. sebagai pembicara utama sekaligus membuka acara secara resmi.
Dalam paparannya, Prof. Basri menekankan bahwa nilai-nilai kependidikan dalam Al-Qur’an harus menjadi standar utama dalam mengevaluasi sistem pembelajaran di FITK. Beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk melakukan refleksi mendalam.
“Beyond our tradition, ketika kita bisa mengevaluasi pembelajaran, menyadari kelemahan dan menyadari kelebihan yang lain” tegas Prof. Basri di hadapan jajaran dosen dan mahasiswa.
Partisipasi aktif mahasiswa asing dalam Khotmil Qur’an ini menunjukkan bahwa batasan geografis tidak menjadi penghalang dalam beribadah dan menuntut ilmu di lingkungan FITK. Suasana semakin akrab saat waktu berbuka puasa tiba. Para mahasiswa internasional tampak antusias mencicipi hidangan takjil dan menu buka puasa khas Indonesia. Di sinilah terjadi dialog informal yang hangat; para dosen dari tiap prodi terlihat berbincang akrab dengan mahasiswa asing, menanyakan kabar studi mereka hingga kesan mereka berpuasa di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?