Gubernur Khofifah dan Pasmar 2 Tanam 1.200 Mangrove di Kenjeran Park, Perkuat Benteng Pesisir Jawa Timur
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen menjaga kelestarian kawasan pesisir kembali ditegaskan Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2 Oni Junianto dengan memimpin langsung aksi bersih pantai dan penanaman 1.200 bibit mangrove di kawasan Kenjeran Park, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-25 Pasukan Marinir 2 ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Sinergi dan kolaborasi seperti hari ini adalah kunci. Tidak bisa kita bekerja sendiri-sendiri dalam menjaga lingkungan, tetapi harus bersama-sama, antara pemerintah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Khofifah.
Sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut, sebanyak 1.200 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan pesisir Kenjeran. Bibit tersebut merupakan dukungan dari Dinas Kehutanan Jawa Timur melalui Yayasan Gajah Sumatera, yang berasal dari pembibitan milik almarhum H. Mukarim di Nguling, Pasuruan.
Khofifah menjelaskan bahwa mangrove memiliki manfaat besar dalam menghadapi perubahan iklim global. Tanaman ini mampu menyerap karbondioksida hingga lima kali lebih banyak dibanding tanaman lainnya, sehingga sangat efektif dalam mengurangi dampak pemanasan global.
“Mangrove ini memiliki manfaat luar biasa. Ia mampu menyerap karbondioksida hingga lima kali lipat, sehingga sangat penting dalam menghadapi global warming dan perubahan iklim yang sedang kita rasakan saat ini,” katanya.
Selain itu, keberadaan mangrove juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Menurut Khofifah, kawasan mangrove yang tumbuh baik akan menjadi habitat berbagai biota laut seperti kepiting, ikan, dan udang.
“Ketika mangrove tumbuh dengan baik, ekosistem laut juga hidup. Ini akan mendekatkan sumber penghidupan nelayan, sehingga mereka tidak perlu melaut terlalu jauh,” tambahnya.
Khofifah juga memaparkan capaian positif Jawa Timur dalam pengelolaan mangrove. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jawa Timur meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 30.839 hektare pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 31.067 hektare pada 2025. Luasan tersebut setara dengan 47,85 persen total mangrove di Pulau Jawa.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam menjaga lingkungan pesisir dan mengurangi lahan kritis di Jawa Timur.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemprov Jatim juga terus menggulirkan gerakan “Nandur Mangrove” yang mendorong masyarakat untuk menanam dan merawat mangrove secara berkelanjutan.
Selain penanaman mangrove, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih pantai. Menurut Khofifah, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan.
“Bersih-bersih pantai ini bukan sekadar mengikuti pesan Presiden, tetapi sudah menjadi kebutuhan kita bersama. Kita harus membangun komitmen bahwa menjaga kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan sebagai investasi masa depan.
"Jaga alam, jaga lingkungan. Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kehidupan kita," pungkasnya.
Sementara itu, Komandan Pasmar 2 Mayor Jenderal Oni Junianto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas dukungan nyata, termasuk bantuan bibit mangrove. Ini menjadi bentuk sinergi antara TNI AL dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Gubernur Khofifah bersama Danpasmar 2 juga meninjau pameran UMKM yang turut meramaikan peringatan HUT ke-25 Pasmar 2. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?