Ramadan Inovatif, Agribisnis UMM Reformasi Takjil dengan Paket Sayur Siap Masak
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang azan magrib berkumandang, ratusan paket sayur segar tersusun rapi di halaman kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bukan kolak, bukan es buah, dan bukan pula makanan siap santap seperti tradisi pembagian takjil pada umumnya. Ramadan kali ini, Program Studi Agribisnis UMM justru mengajak masyarakat berbuka puasa dengan cara berbeda dengan membagikan sayur kepada para pengguna jalan pada 24 Februari lalu.
Konsep berbagi ini menjadi warna baru dalam semarak Ramadan di lingkungan kampus. Jika sebelumnya takjil identik dengan makanan instan atau minuman manis, Agribisnis UMM menghadirkan “reformasi berbagi” melalui paket sayur segar yang telah disesuaikan dengan menu masakan sehat untuk berbuka puasa. Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan berbagi paket sayur tersebut menjadi bentuk nyata penerapan nilai keilmuan agribisnis yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Agribisnis UMM turut menggandeng PT Bumiaji Sejahtera sebagai mitra strategis. Perusahaan tersebut juga merupakan salah satu mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam program Center of Excellent (CoE) yang mendukung penguatan pembelajaran berbasis praktik serta kolaborasi antara kampus dan industri. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas produk pertanian yang dibagikan sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami rantai agribisnis secara langsung.
“Kegiatan ini merupakan implementasi nilai agribisnis yang menekankan aspek keberlanjutan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan produk pertanian. Berbagi sayur-mayur di bulan Ramadan menjadi simbol bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa keilmuan agribisnis tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak sekitar 200 paket sayur berhasil disiapkan oleh mahasiswa. Antusiasme masyarakat pun tinggi. Dalam waktu singkat, seluruh paket habis dibagikan, menunjukkan bahwa inovasi berbagi dalam bentuk bahan pangan segar mendapat respons positif.
Keunikan lainnya terletak pada konsep pengemasan yang telah disesuaikan berdasarkan satu menu masakan. Setiap paket dirancang menjadi satu hidangan lengkap, seperti sop, sayur asam, sayur bayam, hingga capcay. Konsep ini memudahkan penerima untuk langsung mengolahnya menjadi sajian berbuka yang sehat dan praktis. “Kami sudah paketkan sayur-sayurannya berdasarkan satu menu sayur,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Agribisnis UMM menegaskan bahwa sektor pertanian bukan sekadar produksi komoditas, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat. Reformasi berbagi dari makanan instan menuju bahan pangan segar menjadi simbol bahwa pertanian dapat hadir sebagai solusi ketahanan pangan sekaligus penggerak gaya hidup sehat masyarakat.
Ke depan, inovasi berbagi berbasis produk pertanian ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi ciri khas Agribisnis UMM dalam menghadirkan kontribusi nyata yang menyatukan akademik, pemberdayaan ekonomi lokal, kemitraan industri, serta nilai kemanusiaan di bulan suci Ramadan.(*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?