Banner Iklan

Peringati HPSN, DLH Lakukan Aksi Bersih Sampah dan Penanaman Pohon

Anis Hidayatie
17 Februari 2026 | 08.12 WIB Last Updated 2026-02-17T01:12:11Z


Peringati HPSN, DLH Lakukan Aksi Bersih Sampah dan Penanaman Pohon 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan menggandeng MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Malang serta Komunitas Tempat Pemilahan Sampah Barokah (Tempe Sabar) menggelar korve yang diwujudkan dengan aksi bersih sungai, penanaman pohon serta peluncuran fatwa MUI yang menyatakan haram hukumnya membuang sampah di air, danau dan laut. Minggu (15/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Edukasi Rolak Kedungkandang juga merupakan imbauan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan ASRI yakni Aman, Sehat, Resik dan Indah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa dalam peringatan HPSN ini. Pemerintah Kota Malang melalui DLH dan bekerjasama dengan MUI telah melaksanakan tahapan-tahapan untuk merealisasikan ASRI dan Korve. "Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa membuang sampah di sungai, danau dan laut itu haram dan kami berharap saat khutbah Salat Jumat akan disampaikan juga tentang tata kelola sampah," ungkap Wahyu Hidayat.

Dikatakannya, banjir di Kota Malang salah satu penyebabnya adalah sampah dan sampah yang yang dibuang ke sungai itu merupakan sampah besar. Diantaranya kulkas, kasur, meja, kursi dan koper. "Untuk membersihkan sampah di sungai. Setiap Hari Jumat telah kami galakkan GASS (Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen). Kami juga menggandeng MUI agar melalui fatwa tersebut dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang arti pentingnya pengelolaan sampah," jelasnya.

Kegiatan yang terselenggara ini atas kerjasama Tempe Sabar  yang sejak tahun 2022 telah mengelola sampah dan kami berharap sampah itu ada pengelolaan-pengeloannya. 

Di tempat yang sama, Ketua MUI Kota Malang KH. Isroqunnajah menyampaikan bahwa aksi bersih sungai dan penanaman pohon merupakan hal luar biasa yang harus terus dilakukan.

 "Forum ini luar biasa, membelalakkan mata kita bahwa sampah yang kita anggap sepele ternyata sangat krusial. Fatwa MUI tentang haram hukumnya membuang sampah di sungai, danau dan laut akan kita sosialisasikan dengan menggandeng DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan pengelolaan sampah pada saat khutbah akan menjadi tema-tema menarik," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Isroqunnajah memberikan apresiasi terhadap pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Tempe Sabar. Di samping itu, dirinya menyampaikan bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh MUI menegaskan bahwa masalah sampah menjadi bagian dari kewajiban moral dan sosial bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari praktik keagamaan. 

Apresiasi juga diberikan oleh Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang atas kekompakan semua pihak atas digelarnya Korve aksi bersih sungai, penanaman pohon dan peluncuran fatwa MUI bahwa haram hukumnya membuang sampah di sungai, danau dan laut.

"Momentum ini sangat strategis. Kita tidak berbicara tentang kebersihan fisik, tetapi ada juga hati dan perilaku, nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan. Melalui kegiatan ini merupakan salah satu wujud dalam implementasi Ngalam Rijik dan Ngalam Seger," terang Raymond.


Dirinya menegaskan bahwa Ngalam Rijik dan Ngalam Seger bukan hanya slogan semata tetapi diwujudkan dalam bentuk kongkret yakni sejumlah wilayah di Kota Malang telah berhasil meraih penghargaan Kampung Proklim sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pemilihan, pengurangan serta pembuangan sampah khususnya di wilayah Daerah Aliran Sungai. Di sisi lain, untuk menguatkan implementasi fatwa MUI sebagai landasan moral dan keagamaan," bebernya.

Raymond menyebut bahwa membuang sampah sembarangan bukan hanya pelanggaran hukum semata, tetapi pelanggaran agama dan pelanggaran terhadap tanggungjawab sosial.

"Melalui gerakan ASRI. Mari kita perkuat sinergi antara Pemerintah, tokoh agama, komunitas, dunia usaha  dan mitra pembangunan karena  pengelolaan sampah dan pengurangan sampah laut harus menjadi gerakan kolektif dan berkelanjutan," pungkas Raymond. (Ans)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peringati HPSN, DLH Lakukan Aksi Bersih Sampah dan Penanaman Pohon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now