Gus Muhammad Isro Al Aziz Mengisi acara inti di Lailatul Ijtima dan Istighosah MWCNU Widodaren jelang Ramadhan 2026
NGAWI.JATIMSATUNEWS.COM: MWCNU Kecamatan Widodaren menggelar Lailatul Ijtima dan Istighosah jelang Ramadhan 2026 bersama Gus Muhammad Isro Al Aziz dan dimeriahkan grup hadrah Kasyful Anwar Jatirejo. (14/02/2026)
Bertepatan dengan peringatan hari lahir Hadratussyekh KH. M Hasyim Asy'ari yang jatuh pada 14 Februari, MWCNU Widodaren menggelar Lailatul Ijtima dan Istighosah, di mana biasanya digelar saban Malam Selasa Kliwon.
"Mewakili MWCNU Widodaren saya menyampaikan terimakasih kepada shohibul makan atau panitia ranting Kedunggudel, mugi Gusti Allah balas tikel- matikel," kata Kyai Daud Sunaryo selaku ketua Tanfidziyah MWCNU Widodaren membuka sambutan.
Awal bulan Ramadhan di organisasi NU menyatakan keputusan sesuai dengan pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Kyai Daud Sunaryo sebagai ketentuan pakem dalam organisasi. Selain penetapan Badan Amil pada tiap ranting yang sudah berbadan hukum, sehingga sesuai dengan syariat.
"Untuk LAZISNU monggo betul-betul dikondisikan, agar setiap mushola atau masjid di tiap ranting sudah ada Badan Amil Zakat yang sudah bergabung hukum dan untuk membedakan amil dengan panitia. Di mana amil nantinya berhak mendapatkan 12% dari total zakat terkumpul, berbeda dengan panitia yang tidak berhak mendapatkan bagian," jelas Kyai Daud Sunaryo.
Di sisi lain dalam acara inti, narasumber Gus Muhammad Isro Al Aziz merupakan murid dari KH. Maimoen Zubair menyebut tentang pembagian dalam surah Al-Fatihah, di mana 3 ayat pertama berisi tentang hakikat syukur, ayat berikutnya berisi tentang ubudiyah. Di mana semuanya menjadi dasar penting hamba untuk senantiasa terhubung dengan Tuhannya.
Acara berlangsung lancar khidmah yang dihadiri oleh seluruh Banom dan Lembaga NU, dengan pengamanan dari Banser, meskipun cuaca hujan dan udara dingin.(Qony)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?