Walikota Malang (biru) di sungai Rolak
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Wali Kota Malang menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama agar tidak membuang sampah ke sungai maupun laut. Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi program Tempe Sabar yang diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Tempe Sabar (Tempat Pemilah Sampah Barokah) adalah komunitas peduli lingkungan berbasis sedekah sampah di RT 07 RW 03 Kedungkandang, Kota Malang. Dimulai Agustus 2022, program ini mengelola sampah perkotaan secara mandiri, mengubah limbah menjadi nilai ekonomis dan sosial, termasuk santunan untuk duafa.
Menurut walikota Malang kota ini mendapat perhatian khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program edukasi lingkungan. Program tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat bahwa membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai dan laut, tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga melanggar aturan hukum.
Ia menjelaskan, selama ini masih ditemukan kebiasaan sebagian warga membuang sampah ke aliran sungai. Melalui gerakan Tempe Sabar, masyarakat diajak mengumpulkan sampah untuk dipilah terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut.
“Harapannya, sampah tidak lagi dibuang ke sungai. Sampah bisa dikumpulkan, dipilah, lalu disalurkan ke tempat pengolahan hingga akhirnya ke TPA secara terstruktur,” ujarnya, Sabtu 15/2/2026.
Selain edukasi, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai dapat dipilah sehingga memiliki nilai guna atau ekonomi, sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Pemerintah Kota Malang berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat memperkuat budaya sadar lingkungan. Dengan pengelolaan sampah yang baik, kota ini ditargetkan menjadi contoh penanganan sampah perkotaan yang berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?