Banner Iklan

Koordinasi Bersama Muspika Wagir, SPPG Sukodadi Siapkan Operasional MBG Libatkan Warga Lokal

Eko Rudianto
24 Februari 2026 | 22.56 WIB Last Updated 2026-02-24T16:42:42Z

Personalia SPPG Sukodadi bersama Camat Wagir dan Jajarannya

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukodadi melakukan koordinasi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Wagir pada Selasa (24/2/2026) di Kantor Kecamatan Wagir. Pertemuan ini membahas izin operasional serta dukungan lintas sektor terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Rapat koordinasi dihadiri Camat Wagir Joanico Da Costa, S.Sos., M.M., bersama sekretaris kecamatan serta para kepala seksi, meliputi Kasi Pemerintahan, Kasi Pelayanan Publik, Kasi Ekonomi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kasi Kesejahteraan Sosial dan Kepemudaan, serta Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum. Dari pihak SPPG Sukodadi hadir Kepala SPPG beserta akuntan dan asisten lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Wagir menekankan pentingnya prinsip 3K: Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi agar program MBG berjalan efektif dan meminimalisir potensi kendala di lapangan.

Program ini harus dijalankan dengan komunikasi yang baik, koordinasi yang jelas, dan kolaborasi lintas sektor agar benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat Wagir,” ujar Nico.

Ia juga menghimbau agar tenaga kerja dalam operasional program MBG diprioritaskan dari warga sekitar. Selain itu, bahan baku pangan diharapkan disuplai dari pelaku UMKM dan petani lokal Wagir agar program tidak hanya berdampak pada aspek gizi siswa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Beberapa desa di Kecamatan Wagir disebut memiliki potensi untuk memasok kebutuhan seperti telur ayam, telur puyuh, jeruk, serta bahan pangan lainnya. Dengan demikian, program MBG diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perputaran ekonomi lokal.

Dalam forum tersebut, Camat juga meminta SPPG memberikan solusi atas temuan bahwa masih banyak anak penerima manfaat yang kurang menyukai sayuran, padahal asupan sayur penting untuk pertumbuhan dan kesehatan. Hal ini dinilai perlu pendekatan edukatif agar tujuan pemenuhan gizi dapat tercapai secara optimal.

Sementara itu, Kepala SPPG Sukodadi Mutiara Salsabila menyampaikan bahwa pada tahap awal program MBG di Wagir akan menyasar hingga 1.500 penerima manfaat dari berbagai sekolah. Namun, dampaknya diyakini tidak terbatas pada siswa saja, melainkan juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat dan memperkuat UMKM lokal.

Program MBG sendiri merupakan kebijakan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah melalui sistem distribusi yang terstandar dan terkoordinasi.

Dengan adanya koordinasi bersama Muspika, pelaksanaan MBG di Kecamatan Wagir diharapkan berjalan lebih terstruktur, aman, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Koordinasi Bersama Muspika Wagir, SPPG Sukodadi Siapkan Operasional MBG Libatkan Warga Lokal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now