Banner Iklan

Bahas Distribusi Menu Ramadan, SPPG Sukodadi Lakukan Sinkronisasi Bersama 7 InstansiSekolah di Wagir

Eko Rudianto
24 Februari 2026 | 23.07 WIB Last Updated 2026-02-24T16:23:03Z
Personalia SPPG Sukodadi Wagir bersama Kepsek SDN Pandanrejo 1

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Menjelang penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukodadi melakukan pertemuan dengan sejumlah sekolah penerima manfaat di Kecamatan Wagir. Pertemuan dilakukan dua kali, yakni pada Jumat (20/2) dan Senin (24/2), bertempat langsung di masing-masing sekolah.

Pada pertemuan pertama, tim SPPG mendatangi SDN Pandanrejo 1 Wagir, SDN Pandanrejo 2 Wagir, dan SDN Parangargo 1 Wagir. Sementara pertemuan kedua digelar di SDN Gondowangi 1, 2, dan 3 serta SMP Sunan Giri Wagir. Hadir dalam agenda tersebut masing-masing kepala sekolah, Kepala SPPG Sukodadi Wagir, akuntan SPPG Sukodadi, serta asisten lapangan SPPG.

Pertemuan ini membahas teknis distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Mengingat kondisi puasa, menu yang akan dibagikan berupa menu kering yang dirancang mampu bertahan hingga waktu berbuka puasa. Selain itu, sekolah diminta memastikan makanan diterima dan ditempatkan di atas meja, bukan di lantai, sebelum didistribusikan kepada siswa.

Pada tahap awal, program akan menyasar lima sekolah dengan jumlah penerima manfaat kurang dari 1.000 siswa pada minggu pertama. Selanjutnya, minggu kedua akan diperluas ke tujuh sekolah dengan total penerima manfaat maksimal 1.500 siswa. Distribusi dijadwalkan sebelum jam istirahat pertama, dengan komposisi gizi memenuhi 20–25 persen Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk porsi kecil dan 30–35 persen untuk porsi besar.

Kepala SDN Pandanrejo 2 dalam forum tersebut menyampaikan kekhawatirannya terkait keamanan pangan. Ia meminta komitmen SPPG agar tidak terjadi insiden seperti keracunan massal yang dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Jumlah siswa kami relatif lebih sedikit dibanding sekolah lain. Jika sampai terjadi sesuatu, tentu akan sangat berdampak,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Sukodadi, Mutiara Salsabila, menegaskan bahwa menu Ramadan telah dirancang agar lebih tahan lama dan aman dikonsumsi.

“Selama bulan puasa kami menyediakan menu kering yang lebih stabil. Setelah Lebaran, menu kembali ke menu basah atau olahan dengan pengolahan yang disiapkan sebaik mungkin,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap sekolah memiliki PIC (penanggung jawab) yang bertugas meninjau kondisi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Jika ditemukan makanan yang dinilai tidak layak, SPPG siap melakukan penggantian.

SPPG sendiri merupakan satuan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah melalui sistem distribusi terstandar dan terkontrol.

Penandatanganan PKS antara SPPG Sukodadi dan sekolah penerima manfaat dijadwalkan berlangsung dalam minggu ini.






Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bahas Distribusi Menu Ramadan, SPPG Sukodadi Lakukan Sinkronisasi Bersama 7 InstansiSekolah di Wagir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now