| Plt Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan Saat Memberi Sambutan |
BANGIL – Ribuan jemaah dan deretan ulama kharismatik memadati Pondok Pesantren (PP) Wahid Hasyim Bangil, Pasuruan, pada Senin (16/2). Agenda Haul KH. Choiron Syakur tahun ini bertransformasi menjadi lebih dari sekadar ruang kirim doa; ia menjadi panggung penegasan bahwa santri adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa yang paling siap menjawab tantangan zaman.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrofi, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran para tokoh ini memperkuat sinergi program Bina Pesantren sebagai jembatan lahirnya pemimpin-pemimpin baru dari rahim pesantren.
Santri: Dari Mengaji ke Kursi Kepemimpinan
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, KH. Akhmad Jazuli, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, memberikan pesan kuat bagi para santri. Ia menegaskan bahwa era di mana santri hanya berada di balik meja mengaji telah usai. Kini, santri harus bersiap mengelola kebijakan publik.
"Sekarang sudah banyak santri yang menjadi pemimpin daerah. Tugas besar kalian adalah menunjukkan keteladanan dan memastikan kesejahteraan rakyat. Pesantren bertugas mencetak pemimpin yang tidak hanya amanah secara spiritual, tetapi juga berpikiran maju," tegas KH. Akhmad Jazuli di hadapan ribuan santri.
Pesantren Sebagai Pilar Pembangunan Nasional
Senada dengan visi tersebut, Plt Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan menyebut pesantren sebagai "Kawah Candradimuka" atau tempat penggodaan SDM unggul. Menurutnya, karakter yang dibentuk di pesantren adalah modal utama dalam pembangunan nasional.
"Di sini kita mencetak kader pemimpin bangsa yang amanah. Pesantren adalah pilar pendidikan karakter sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi umat," ungkapnya. Beliau menambahkan bahwa Kemenag berkomitmen penuh melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) untuk memastikan kualitas pendidikan dan keamanan lingkungan belajar tetap menjadi prioritas utama.
Siap Menjawab Tantangan Zaman
Wakil Bupati Pasuruan, KH Shobih Asrofi, mengapresiasi konsistensi pesantren dalam menjaga moderasi beragama. Ia berharap integrasi kurikulum agama dan umum di pesantren terus dipertajam agar lulusannya kompetitif di kancah global.
"Kita butuh generasi yang siap menjaga persatuan bangsa sekaligus memimpin di masa depan. Kemandirian ekonomi melalui sektor UMKM yang kini digerakkan pesantren adalah bukti bahwa santri sudah siap menjadi motor penggerak kesejahteraan warga," tutur Gus Shobih.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan pesantren sebagai institusi yang aman, bebas dari kekerasan, dan produktif dalam melahirkan pemimpin-pemimpin berintegritas bagi Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?