Dihadiri Gus Shampton, Haul KH Choiron Syakur Kuatkan Kekompakan Diantara Pewaris Wahid Hasyim
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Hidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan haul KH Choiron Syakur di lingkungan pesantren Wahid Hasyim Bangil. Ribuan jamaah, santri, alumni, serta tokoh masyarakat hadir untuk mendoakan sekaligus mengenang perjuangan ulama kharismatik yang dikenal visioner dan penuh dedikasi terhadap pendidikan pesantren, Senin 16/2/2026.
| Plt Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan Saat Memberi Sambutan |
Kehadiran Gus Shampton dalam acara tersebut turut menjadi perhatian. Momentum haul tidak hanya menjadi tradisi spiritual, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi serta memperkuat komitmen melanjutkan perjuangan ulama melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial.
Sementara itu Putra tertua almarhum KH Choiron Syakur, Gus Rofiq, menegaskan bahwa haul tahun ini terasa istimewa karena semakin kuatnya kekompakan keluarga dan pengurus dalam mengelola Yayasan Wahid Hasyim.
Gus Rofiq, putra tertua Alm KH. Choiron Syakur“Haul kali ini kami merasakan yang khusus, semakin kompak menjalankan amanah yayasan. Jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah. Semua akan menjadi baik jika selalu berharap kepada Allah,” tuturnya.
Ketua Yayasan KH Wahid Hasyim Gus Wildan
Senada dengan sang kakak, Ketua Yayasan Wahid Hasyim, putra tertua Almarhum KH Choiron Syakur dengan Almarhumah Nyai Hj Is, Gus Wildan, mengajak seluruh santri, alumni, guru, dan jamaah untuk meneladani semangat perjuangan almarhum.
" KH Choiron Syakur sebagai sosok pejuang yang visioner, gigih, dan ikhlas dalam setiap pengabdian. Mari kita meniru jejak perjuangan beliau. Semoga kita semua dijadikan Allah sebagai makhluk yang bersyukur,” ujarnya.
Acara haul juga menghadirkan ribuan wali santri yang turut menengok putri putrinya yang sedang nyantri di Wahid Hasyim
Nampak di ndalem,
keluarga almarhumah Nyai Hj Is, Kakak kandung serta adiknya turut hadir menemui tamu. Para tokoh yang hadir juga menegaskan kembali pentingnya pesantren sebagai pusat pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kemandirian umat. Nilai-nilai keikhlasan, keteguhan, dan semangat pengabdian yang diwariskan KH Choiron Syakur diharapkan terus hidup dalam generasi santri masa kini.
Acara haul ditutup dengan doa bersama dan refleksi perjuangan ulama, sekaligus komitmen menjaga pesantren tetap menjadi pilar moral dan pendidikan umat di tengah tantangan zaman. Ans







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?