Harmoni Kota Malang, GKJW Jadi Transit 1.000 Jamaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Wali Kota dan Kapolresta “Sapa Gereja”
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kerukunan antarumat beragama di Kota Malang kembali menunjukkan wajah nyata. Di tengah persiapan agenda besar Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan S. Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, dipercaya menjadi lokasi transit sekitar 1.000 jamaah asal Surabaya yang akan mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk memastikan kesiapan fasilitas sekaligus menjaga kondusivitas keamanan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana melakukan agenda “Sapa Gereja” ke Kantor Majelis Agung GKJW. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Pendeta Pelayanan Agung GKJW, Pdt. Nathael Hermawan Prianto, beserta jajaran rohaniwan dan pengurus jemaat.
Dalam pertemuan tersebut disepakati GKJW akan menjadi titik transit utama jamaah Mujahadah Kubro. Rencananya, rombongan jamaah akan datang menggunakan sekitar 20 bus dan 10 kendaraan pribadi. Namun setelah mempertimbangkan kapasitas lahan parkir gereja yang terbatas, disepakati sebagian kendaraan akan dialihkan parkir ke Gereja Ijen agar tetap tertib serta tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa kegiatan “Sapa Gereja” bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam merawat harmoni sosial serta memastikan kelancaran kegiatan keagamaan lintas komunitas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada gereja-gereja di Kota Malang yang turut mendukung kelancaran agenda satu abad NU, di antaranya Gereja Katedral Ijen, Gereja HKBP Malang, GKI Bromo, dan GKJW Sukun.
Menurut Wahyu, dukungan berupa penyediaan tempat istirahat, toilet, tempat wudu, ruang salat hingga konsumsi menjadi bukti nyata toleransi yang tumbuh kuat di Kota Malang.
“Gereja-gereja bahkan menyesuaikan jadwal ibadahnya demi kelancaran kegiatan ini. Ini bukti kerukunan luar biasa di Kota Malang dan akan kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa peringatan satu abad NU berjalan dengan dukungan semua pihak,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan terpadu melalui pendekatan preventif dan preemtif.
“Polresta Malang Kota menyiapkan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan lokasi transit, parkir, hingga pengawalan jamaah. Agenda ‘Sapa Gereja’ ini juga menjadi sarana koordinasi sekaligus mempererat silaturahmi,” jelasnya.
Agenda “Sapa Gereja” juga menyasar sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana, di antaranya GKI Bromo Jalan Bromo, Gereja HKBP Jalan Bromo, Gereja Katedral Ijen Jalan Buring, serta GKJW Jalan S. Supriadi.
Sebagai tuan rumah, Pdt. Nathael Hermawan Prianto menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada GKJW. Ia menilai dukungan terhadap jamaah NU merupakan bagian dari panggilan iman sekaligus kemanusiaan.
“Bagi kami, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan. Kami terbuka mendukung saudara-saudara kami yang akan mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kesepakatan teknis terkait parkir menunjukkan kerja sama lintas lembaga yang sehat dan penuh pengertian.
“Lahan parkir GKJW memang terbatas, sehingga sebagian kendaraan dialihkan ke Gereja Ijen. Ini solusi bersama agar kegiatan berjalan tertib tanpa mengganggu masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui agenda “Sapa Gereja”, Pemerintah Kota Malang bersama Polresta Malang Kota kembali menegaskan komitmen menjaga soliditas, sinergi, serta kerukunan lintas iman. Kota Malang pun terus mengukuhkan diri sebagai kota yang aman, harmonis, dan humanis, di mana perbedaan justru menjadi kekuatan persaudaraan. ANS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?