Bagi Takjil Jumat Kedua di Ranting Sidolaju di sebelah barat jembatan Tugu, seribu lebih bingkisan habis dalam hitungan menit (27/02/2026)
NGAWI I JATIMSATUNEWS.COM:
LAZISNU Kecamatan Widodaren Ngawi mengadakan bagi takjil Jumat kedua bulan Ramadhan 2026, seperti di Jembatan Tugu Sidolaju sebelah selatan KB Fatayat NU Salaubina, sebanyak seribu lebih bingkisan ludes dalam hitungan menit.(27/02/2026)
"Alhamdulillah senang sekali ada kegiatan bagi takjil di dekat lingkungan pondok pesantren Syech Salaubina. Kami dari keluarga besar SMP dan MA Ma'arirf Tugu Sidolaju Widodaren Ngawi sangat antusias dengan acara ini," tutur Diyan Latifah, S.H.I kepala sekolah MA Ma'arif sekaligus pengurus Banom PERGUNU.
Sebanyak hampir 200 bingkisan takjil dipersiapkan oleh lembaga sekolah SMP dan MA Ma'arif. Sementara dari ranting Sidolaju 700 lebih bingkisan, masih ditambahkan dari Lazisnu dan kontributor lainnya di lokasi pembagian takjil jembatan Tugu Sidolaju kali ini.
Nampak pengurus Lazisnu Ancab yang bertugas di Jembatan Tugu Sidolaju adalah Anwar S, selanjutnya ada ketua Muslimat NU Dina Anwary, juga semua Banom dan Lembaga NU, uniknya juga didominasi oleh Pergunu, hal yang jarang ada di titik bagi takjil lainnya.
"Kemarin jembatan Joju, ini jumat kedua di Tugu, untuk Jumat akan datang kosong. Namun Jumat berikutnya mulai lagi untuk ranting Sidolaju," sebut Anwar Santosa bangga.
Terdapat 3 titik yang menjadi lokasi pembagian takjil oleh LAZISNU beserta Banom dan Lembaga NU di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, antara lain; di Jembatan Tugu Sidolaju, Jalan Raya depan Gapuro Kedunggudel, dan di Jembatan Bandoro, sebelah barat Ponpes Raudhatul Muta'alimin Katerban Sekaralas.
Di sisi lain, Ketua Lazisnu Widodaren, H. Mundirin, Ketua PAC Fatayat NU Widodaren Siti Sholekah bertugas di lokasi bagi takjil Sekaralas, bersama dengan Banom dan Lembaga NU lainnya. Tak hanya itu, TPA Al Furqon, TPA Bu Tutik, TPA Al Ikhsan, dan PP Roudhatul Muta'alimin juga turut berkolaborasi dalam acara.
Sementara di titik bagi takjil desa Kedunggudel, ada Agus Degan, Gus Panut, Nur Muhlisin, beserta anggota Banom dan Lembaga NU Widodaren memeriahkan acara bagi takjil dengan suka cita. Nampak senyum merekah penuh bangga, dalam balutan baju kebesaran Banom NU.
Desa Sekaralas, Kedunggudel, dan Sidolaju selama ini dikenal sebagai ranting besar dalam lingkungan NU. Sebagian besar warganya aktif di berbagai badan otonom organisasi, sehingga kekompakan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri bagi kegiatan sosial yang digelar MWC NU Widodaren. Kegiatan bagi takjil ini pun diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.(Qony)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?