Banner Iklan

5 Sejarah Diukir Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto Bawa Garuda ke Final Tiga Tahun Beruntun

Admin JSN
08 Februari 2026 | 18.23 WIB Last Updated 2026-02-08T11:34:27Z
Lima sejarah diukir Timnas Futsal Indonesia bersama Hector Souto usai runner-up Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta (7/2)./Instagram @dnasport_

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM - Timnas Futsal Indonesia memang gagal juara Piala Asia Futsal 2026.

Namun, deretan sejarah tercipta bagi Timnas Futsal Indonesia asuhan Pelatih Hector Souto.

Salah satunya, final Piala Asia Futsal 2026 menjadi partai puncak ketiga secara beruntun dalam tiga tahun terakhir bersama Hector Souto.

Setidaknya ada lima sejarah yang diukir Timnas Futsal Indonesia menurut catatan Jatim Satu News. Apa saja?

Pertama, Indonesia mencapai torehan terbaiknya sepanjang berlaga di Piala Asia Futsal.

Sejak debut pada 2002 sebagai tuan rumah, Indonesia 11 kali berpartisipasi dengan sekali finalis, sekali perempat finalis, dan sembilan kali fase grup.

Setelah gagal lolos ke putaran final pada 2024 karena terhenti di babak kualifikasi, Indonesia kembali ke Piala Asia dengan jalur tuan rumah.

Kali ini, langkah Indonesia sebagai tuan rumah tidak sependek 2002, melainkan hingga partai puncak.

Bahkan, jika merujuk pada konferensi pers Souto pascalaga final, Indonesia menargetkan ke perempat final alias lolos dari fase grup. Tetapi, Indonesia justru mampu ke final usai menumbangkan Vietnam dan Jepang di babak gugur.

Ini membuat Mochammad Iqbal Iskandar dan kolega memperbaiki rekor 2022 yang mencapai perempat final.

Kedua, Indonesia menjadi wakil Asia Tenggara yang melaju paling jauh pada Piala Asia Futsal 2026.

Asia Tenggara sebetulnya mempunyai empat wakil pada putaran final tahun ini. Yakni, tuan rumah Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Namun, hanya Indonesia yang tersisa pada babak gugur ketika Thailand dan Vietnam terhenti pada perempat final dan Malaysia sudah angkat koper pada babak penyisihan grup.

Malaysia gagal bersaing dengan Iran, Afghanistan, dan Arab Saudi di Grup D.

Vietnam dikalahkan Indonesia, 2-3 di perempat final, dan Thailand tumbang 2-4 dari Irak pada fase yang sama.

Ketiga, Indonesia menjadi tim Asia Tenggara kedua yang mampu ke final Piala Asia Futsal.

Indonesia menyusul Thailand sebagai wakil Asia Tenggara yang mampu mencapai partai puncak Piala Asia Futsal.

Sebelum Garuda melakukannya pada edisi ke-18, Thailand telah mencapai final tiga kali pada 2008, 2012, dan 2024.

Menariknya, Thailand juga mencapai final pertamanya ketika menjadi tuan rumah pada 2008. Namun, mereka tumbang 0-4 dari Iran.

Final kedua dijalani Thailand pada 2012 di Uni Emirat Arab dan kalah 1-6 dari Jepang.

Kemudian, pada 2024 Thailand kembali menjadi tuan rumah tetapi kalah 1-4 dari Iran di final.

Keempat, Indonesia mencapai final pada tiga ajang berbeda dalam tiga tahun beruntun bersama Pelatih Hector Souto.

Hector Souto bawa Timnas Futsal Indonesia berlaga di final tiga tahun beruntun di tiga ajang berbeda./Instagram @dnasport_

Pelatih kelahiran Chantada, Spanyol pada 7 Desember 1981 ini sukses membawa Timnas Futsal Indonesia tampil di final Piala AFF Futsal 2024, SEA Games 2025, dan Piala Asia Futsal 2026.

Hasilnya, Indonesia juara Piala AFF Futsal 2024, medali emas SEA Games 2025, dan runner-up Piala Asia Futsal 2026.

Sebuah rentetan prestasi yang belum pernah terjadi pada Timnas Futsal Indonesia sejak eksistensi pada 2002.

Indonesia memang pernah juara Piala AFF Futsal 2010 bersama Pelatih Robby Hartono, namun gagal mengawinkannya dengan medali emas SEA Games 2011 dan terhenti di putaran pertama Piala Asia Futsal 2010.

Sebelum kedatangan Souto, capaian Indonesia bersama Robby Hartono dan Mohammad Hashemzadeh. Nama terakhir memimpin Garuda pada 2022-2023. Pada periode tersebut, Indonesia menjadi runner-up AFF 2022 dan SEA Games 2021, serta perempat final Asia 2022.

Kini, Souto memperbaiki sejarah para pendahulunya dengan tiga kali final dalam tiga tahun beruntun dengan dua diantaranya dimenangkan Garuda.

Kelima, Indonesia memperbaiki rekor pertemuan dengan Iran di Piala Asia Futsal.

Walau Indonesia masih kalah dari Iran untuk pertemuan kelima di Piala Asia Futsal, kali ini Indonesia kalah dengan catatan yang lebih baik.

Yaitu, mencetak 5 gol ke gawang Iran dalam satu pertandingan.

Sebelumnya, Indonesia butuh tiga pertandingan dari empat laga yang dimainkan untuk mencetak 5 gol ke gawang Team Melli.

Sebelum laga di Indonesia Arena, Garuda mencetak 3 gol saat kalah 3-13 dari Iran pada 2004 di Makau. Lalu, mencetak 1 gol saat babak belur 1-20 di Uzbekistan 2006, dan mencetak 1 gol saat kalah 1-5 di Vietnam 2014.

Sedangkan, pertemuan terakhir di Piala Asia 2022 yang berlangsung di Kuwait justru gagal menjebol gawang Iran, dan kalah 0-5.

Kini, Indonesia mampu memperbaikinya dengan mencetak 5 gol ke gawang Iran. Sekaligus menjadi tim satu-satunya yang mampu melakukannya ke gawang Iran pada edisi ke-18.

Tantangan selanjutnya adalah mempertahankan gelar pada Piala AFF 2026 yang rencananya akan kembali digelar di Thailand.

Selain itu, Indonesia juga akan menjalani Kualifikasi Piala Asia 2028 untuk tampil lagi di edisi ke-19 sekaligus memperebutkan salah satu dari empat tiket ke Piala Dunia Futsal 2028.

Opsi lainnya adalah Indonesia dapat tampil di Piala Dunia Futsal 2028 jika pengajuan tuan rumah ke FIFA berhasil dimenangkan.

Menurut laman Instagram ASEAN Football, Indonesia mengajukan bidding tuan rumah untuk Piala Dunia Futsal 2028.

Jika berhasil, maka Indonesia akan menjadi negara Asia kelima yang menggelar Piala Dunia Futsal setelah Hongkong (1992), Taiwan (2004), Thailand (2012), dan Uzbekistan (2024). ***

Penulis: YAN

Baca juga: Daftar 14 Pemain Timnas Indonesia Pencetak Sejarah di Piala Asia Futsal 2026


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5 Sejarah Diukir Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto Bawa Garuda ke Final Tiga Tahun Beruntun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now