Program ini dilatarbelakangi oleh observasi bahwa anak usia dini, terutama pada "masa emas" (golden age) 0-6 tahun, memiliki perkembangan motorik, visual, dan auditori yang sangat pesat. Namun, beberapa anak menunjukkan perilaku pemalu dan kurang nyaman bersosialisasi, sementara materi olahraga di sekolah seringkali hanya sebatas kegiatan fisik sederhana. Padahal, pencak silat memiliki potensi besar dalam membentuk karakter dan meningkatkan self-efficacy anak.
"Kami melihat urgensi untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun mental dan karakter anak sejak dini, khususnya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 9 Malang," ujar Lulut Gilang Saputra, M.Pd, Ketua Peneliti.
Metode Game Based Learning ini berfokus pada pemanfaatan permainan untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, merangsang daya pikir, serta memperdalam pemahaman anak terhadap gerakan pencak silat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa bermain tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga pengetahuan yang esensial bagi anak. Tujuan utamanya adalah meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri anak-anak agar mereka lebih berani mencoba dan yakin pada kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan tugas atau tantangan.
Proses pengembangan model pembelajaran ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tujuh langkah Borg & Gall yang disesuaikan, meliputi penelitian dan pengumpulan data awal melalui wawancara dan kuesioner, perencanaan konsep dan indikator pembelajaran, pengembangan produk awal, uji validasi oleh ahli, uji coba lapangan terbatas di TK ABA 9 Malang, revisi, hingga penyempurnaan produk.
Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 9 Malang, Fahimatus Sa'adah, S.Pd., S.Psi, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra dalam penerapan model pembelajaran tersebut. Kerjasama internasional juga terjalin dengan Dr. Johan Irmansyah, M.Pd dari Universitas Pendidikan Mandalika, Indonesia, yang memiliki keahlian dalam Sport Education.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?