Rektor UIN Malang Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. foto bersama Prof. Dr. Khoirul Hidayah, Guru Besar Hukum Ekonomi Fakultas Syariah
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang seiring dikukuhkannya Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ekonomi. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Rapat Terbuka Senat UIN Maliki Malang dalam rangka Pengukuhan 11 Guru Besar, yang digelar di Auditorium Gedung Dr. (HC) Ir. H. Soekarno lantai V, Selasa (20/1).
Rapat terbuka senat dibuka langsung oleh Ketua Senat UIN Malang Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Nur Ali menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukanlah sekadar seremoni pencapaian akademik tertinggi, melainkan awal dari tanggung jawab keilmuan yang jauh lebih besar.
“Guru besar adalah puncak pengakuan keilmuan, tetapi sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab akademik dan moral yang lebih besar. Mereka dituntut produktif secara ilmiah, bijaksana, cerdas, dan menjadi teladan di mana pun berada,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. menyampaikan rasa bangga dan syukur atas bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan UIN Malang. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, konsistensi, serta kesungguhan sivitas akademika dalam membangun tradisi akademik yang unggul dan berkelanjutan.
“Semakin banyak Guru Besar UIN Malang, maka kampus ini akan semakin melesat. Ini adalah panen keilmuan yang patut disyukuri. Namun, Guru Besar jangan hanya dilihat dari besarnya tunjangan, melainkan dari tanggung jawab keilmuan dan moral yang melekat di dalamnya,” ujar Prof. Ilfi.
Sebelas Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai disiplin ilmu strategis, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak enam orang, Fakultas Psikologi dua orang, Fakultas Syariah satu orang, Fakultas Humaniora satu orang, serta Fakultas Ekonomi satu orang. Salah satu di antaranya adalah Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H., Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ekonomi dari Fakultas Syariah.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Khoirul Hidayah mengusung tema “Keadilan Ekologi Ekonomi Masyarakat Hukum Adat dalam Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan di Indonesia.” Ia menyoroti posisi strategis masyarakat adat dalam perdagangan karbon, yang menurutnya harus dilindungi secara adil sesuai amanat konstitusi.
“Perdagangan karbon tidak boleh berhenti pada angka dan target semata. Harus ada manfaat nyata bagi masyarakat adat yang selama ini menjaga dan melestarikan hutan,” tegasnya.
Pidato tersebut tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga menunjukkan kepedulian Prof. Khoirul terhadap isu lingkungan global. Mengutip pemikiran Jeremy Bentham, ia menekankan bahwa kebijakan perdagangan karbon harus menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat adat sebagai penjaga hutan.
Pengukuhan Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. ini menambah jajaran Guru Besar Fakultas Syariah, khususnya pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Wakil Dekan I Fakultas Syariah Prof. Dr. Sudirman, M.A. menyebut Prof. Khoirul—yang akrab disapa Prof. Irul—sebagai sosok akademisi yang kompeten dan konsisten.
“Salah satu prestasi monumental beliau adalah terindeksnya Jurnal Jurisdictie Fakultas Syariah di Scopus kategori Q1. Kegigihan beliau dalam berkarya akhirnya mencapai puncak akademik tertinggi. Semoga Prof. Irul terus memberikan bakti terbaik untuk negeri,” ujarnya.
Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses. Menurutnya, gelar profesor merupakan pengakuan tertinggi atas kepakaran dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Semoga pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Khoirul Hidayah hari ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen Fakultas Syariah, khususnya Prodi Hukum Ekonomi Syariah, untuk terus meniti dan menapaki karier akademik,” tuturnya.
Ia menambahkan, menjadi Guru Besar bukan hanya pengakuan, tetapi juga buah dari kesabaran dan kerja keras yang luar biasa. “Usaha yang sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati hasil,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H., yang juga menjabat sebagai Kaprodi S2 HKI Pascasarjana UIN Malang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pimpinan dan sivitas Fakultas Syariah.
“Guru Besar adalah awal dari amanah dan pengabdian baru. Semoga saya diberi kemampuan untuk menjaga integritas akademik serta mengembangkan dan mengabdikan keilmuan dengan penuh ketulusan,” ujarnya.
Dengan “panen” Guru Besar ini, UIN Malang semakin memantapkan diri sebagai pusat keilmuan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing internasional, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?