Banner Iklan

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Apresiasi Pengukuhan Prof. Luthfi Mustofa Sebagai Guru Besar

Anis Hidayatie
20 Januari 2026 | 22.38 WIB Last Updated 2026-01-20T15:52:01Z


Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Prof. menyalami Prof. Luthfi Mustofa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) kembali menorehkan capaian akademik bergengsi dengan mengukuhkan 11 Guru Besar baru dalam Rapat Terbuka Senat, Selasa (20/1/2026). Momentum ini disambut penuh kebanggaan oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang menilai pengukuhan tersebut sebagai bukti nyata kematangan tradisi keilmuan UIN Malang.

Menurut Prof. Ilfi Nur Diana, bertambahnya jumlah Guru Besar menjadi indikator penting bahwa UIN Malang terus melesat sebagai perguruan tinggi bereputasi nasional hingga internasional. Ia menegaskan bahwa Guru Besar bukan semata-mata soal jabatan dan tunjangan, tetapi tentang tanggung jawab besar dalam menjaga marwah keilmuan dan kemanusiaan.

“Semakin banyak Guru Besar, UIN Malang akan semakin melesat. Namun, Guru Besar jangan hanya dipandang dari nama dan gelar, melainkan dari komitmen keilmuan, moral, dan kemanusiaan yang harus terus dijaga,” tegas Rektor UIN Malang.

Salah satu Guru Besar yang dikukuhkan, Prof. Dr. H. M. Luthfi Mustofa, M.Ag., menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukanlah tentang pencapaian personal semata. Menurutnya, momen ini merupakan peneguhan komitmen terhadap ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pengukuhan ini bukan soal nama dan gelar, tetapi lebih sebagai komitmen terhadap ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Pengakuan Guru Besar sejatinya adalah bentuk penegakan komitmen untuk memanusiakan dan memuliakan manusia,” ujar Prof. Luthfi Mustofa.

Ia menambahkan bahwa pengukuhan yang dijalaninya merupakan penegasan atas tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan. Ke depan, Prof. Luthfi menyatakan akan memfokuskan penelitian dan kontribusi akademiknya pada bidang Pemikiran Islam Indonesia.

“Ada tiga agenda keilmuan yang akan saya kembangkan. Pertama, negosiasi modernitas, yakni bagaimana intelektual Muslim Indonesia merespons perubahan-perubahan global. Kedua, komitmen terhadap penataan lingkungan dan iklim melalui prinsip-prinsip ekonomi Islam. Ketiga, penguatan kearifan lokal melalui kolaborasi pesantren dengan komunitas sosial dan masyarakat,” jelasnya.

Prof Luthfi dan istri bersama 2 kawan semasa kuliah 

Lebih jauh, Prof. Luthfi Mustofa juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya, mulai dari pimpinan kampus, para dosen, kolega akademik, hingga keluarga.

“Peran keluarga, terutama istri, sangat luar biasa. Saya merasa bukan siapa-siapa tanpa dukungan mereka. Bagi saya, pengukuhan ini bukan semata prestasi akademik, melainkan pengukuhan atas ketekunan, kesabaran, dan proses panjang yang dijalani bertahun-tahun tanpa pernah berhenti berusaha,” tuturnya dengan penuh haru.

Prof. Luthfi bersama keluarga 

Pengukuhan 11 Guru Besar ini semakin mengukuhkan posisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai salah satu PTKIN terbaik di Indonesia, dengan reputasi internasional yang terus menguat, ditopang oleh riset, publikasi ilmiah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan “panen” Guru Besar ini, UIN Malang menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang unggul, humanis, dan berorientasi pada kemajuan peradaban. ANS


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Apresiasi Pengukuhan Prof. Luthfi Mustofa Sebagai Guru Besar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now