Banner Iklan

Nekat di Tengah Padatnya Kuliah, Mahasiswa Gen Z UMM Ini Buka Apotek 24 Jam

Rahmani Hafidzi
27 Januari 2026 | 19.37 WIB Last Updated 2026-01-27T12:37:12Z

Foto: Apotek 24 jam mahasiswa UMM (Sumber: Humas UMM)

Malang. JATIMSATUNEWS.COM – Di saat sebagian besar mahasiswa semester akhir sibuk bergulat dengan tugas dan praktikum, Melani Rahmabutri justru melangkah lebih jauh. Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2022 ini nekat merintis bisnis apotek 24 jam, sembari tetap menjalani rutinitas perkuliahan yang padat.

Sebagai mahasiswa semester tujuh, Melani harus pandai membagi waktu antara kuliah, praktikum, dan tanggung jawab mengelola usaha. Namun baginya, dunia akademik dan bisnis bukan dua hal yang saling bertabrakan, melainkan bisa berjalan beriringan.

Apotek yang mulai beroperasi sejak September 2025 tersebut mengusung konsep pelayanan yang komprehensif dan humanis. Tidak hanya melayani penjualan obat, apotek ini juga aktif melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Mulai dari penyuluhan ke desa-desa hingga layanan cek kesehatan gratis, seperti pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah.

Mahasiswa asal Kalimantan Selatan itu mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia farmasi telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah. Ia merupakan lulusan SMK Farmasi sebelum melanjutkan pendidikan S1 Farmasi di UMM. Latar belakang tersebut menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya berani membuka apotek di usia muda.

“Sejak awal memang ingin punya apotek. Dari SMK sampai kuliah saya berada di jalur farmasi, jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba,” ujar Melani.

Dalam pengelolaan usaha, Melani berperan sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA). Sementara itu, tanggung jawab kefarmasian dijalankan oleh dua apoteker resmi untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai regulasi dan standar profesi.

“Kami selalu mengedepankan konsultasi sebelum pemberian obat. Pasien ditanya dulu kondisinya, riwayat obatnya, lalu dijelaskan cara penggunaan dan penyimpanannya agar tidak terjadi medication error,” jelasnya.

Kesibukan mengelola apotek tidak membuat Melani berhenti terjun langsung ke masyarakat. Bersama tim, ia rutin terlibat dalam berbagai kegiatan warga, mulai dari tingkat RT hingga desa, sambil membuka layanan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari pengabdian sosial.

“Kami sering ikut kegiatan warga. Di sana kami adakan cek gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah gratis. Ini bagian dari edukasi agar masyarakat lebih peduli pada kesehatan,” tuturnya.

Mengikuti karakter Generasi Z yang lekat dengan teknologi digital, apotek ini juga aktif memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus promosi. Layanan pemesanan obat daring terhubung langsung ke WhatsApp, lengkap dengan fasilitas antar obat gratis bagi pelanggan dalam radius dua kilometer.

Dalam pengelolaan sumber daya manusia, Melani turut memberdayakan anak muda dengan merekrut pegawai dari kalangan Gen Z. Selain memiliki latar belakang farmasi, para pegawai juga dilibatkan dalam pembuatan konten edukasi sebagai bagian dari strategi branding.

Melalui pengalamannya, Melani berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani memulai langkah, meski di tengah padatnya aktivitas kuliah.

“Jangan takut memulai. Ilmu yang kita pelajari di bangku kuliah seharusnya bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (raf)

Sumber: Rilis Berita UMM


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Nekat di Tengah Padatnya Kuliah, Mahasiswa Gen Z UMM Ini Buka Apotek 24 Jam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now