Kantin SMAN 1 Purwosari Bayar Pakai Koin, Inovasi Transaksi Sehat dan Transparan
PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: SMAN 1 Purwosari menghadirkan inovasi unik dalam pengelolaan kantin sekolah. Berbeda dengan kantin pada umumnya, Kantin SMAN 1 Purwosari Bayar Pakai Koin sebagai alat transaksi resmi bagi seluruh warga sekolah. Sistem ini diterapkan untuk memudahkan transaksi sekaligus menciptakan pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
Kantin di SMAN 1 Purwosari tidak disewakan kepada pihak luar. Pengelolaannya menggunakan sistem bagi hasil, di mana sebagian keuntungan penjualan disetorkan kembali kepada sekolah. Seluruh siswa, guru, dan warga sekolah yang berbelanja di kantin tidak menggunakan uang tunai, melainkan koin khusus yang disediakan oleh sekolah.
Teknis penggunaan koin pun dibuat sederhana. Siswa dapat menukarkan uang dengan koin secara langsung di sekolah, baik saat akan membeli makanan maupun menukarkannya dalam jumlah tertentu untuk digunakan kemudian. Sistem ini dinilai efektif dalam mempermudah pencatatan transaksi, penghitungan bagi hasil, serta meminimalkan potensi kebocoran keuangan.
Selain sistem pembayaran yang inovatif, kantin SMAN 1 Purwosari juga memiliki keunggulan dari sisi kesehatan dan kebersihan. Pengelola kantin bekerja sama secara rutin dengan Puskesmas setempat. Tim kesehatan secara berkala datang ke sekolah untuk memeriksa kebersihan lingkungan kantin serta memastikan makanan yang dijual layak konsumsi dan aman bagi siswa.
Penentuan jenis makanan yang dijual di kantin tidak dilakukan sembarangan. Tim kesehatan memberikan arahan terkait standar makanan, termasuk nilai gizi dan kelayakannya. Makanan yang dijual merupakan hasil olahan para ibu yang telah mendapatkan pembinaan kesehatan, sehingga kebersihan dan keamanannya lebih terjamin.
Dari sisi harga, pihak sekolah juga memperhatikan kemampuan siswa. Harga makanan disesuaikan agar tetap terjangkau dan tidak memberatkan. Setiap bulan, pihak sekolah menggelar briefing rutin dengan para pengelola kantin untuk menegaskan kembali aturan, termasuk larangan menjual makanan yang tidak sehat atau berisiko bagi kesehatan siswa.
Meski sertifikat halal belum sepenuhnya dimiliki secara formal, pihak sekolah memastikan seluruh produk makanan telah memenuhi standar kehalalan. Pembinaan terus dilakukan, dan sebagian besar pengelola kantin sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Tak hanya itu, setiap bulan dokter dari Puskesmas juga hadir untuk memeriksa kesehatan warga sekolah sekaligus memantau kondisi kantin. Dengan sistem koin, pengawasan ketat, serta pendampingan kesehatan yang berkelanjutan, Kantin SMAN 1 Purwosari menjadi contoh pengelolaan kantin sekolah yang sehat, tertib, dan inovatif. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?