Banner Iklan

Dosen PAI UMM Maknai Isra' Mi'raj, Sholat Adalah Kompas Kesadaran

Admin JSN
15 Januari 2026 | 11.34 WIB Last Updated 2026-01-15T04:34:33Z


Maknai Isra' Mi'raj, Dosen PAI UMM Ungkap Shalat Adalah Kompas Kesadaran

MALANG | JATIMSATUNEWS Peringatan Isra Mi’raj tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kembali arah hidup mahasiswa di tengah tekanan akademik. Namun sering kali tersimpan pesan penting yang jarang dibahas, yaitu bagaimana shalat seharusnya menjadi pengatur ritme hidup manusia, termasuk bagi mahasiswa.


Hal ini disampaikan oleh I’anatut Thoifah, M.Pd.I., dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi ke langit, melainkan pesan kuat tentang bagaimana manusia menguatkan diri di tengah krisis. “Isra Mi’raj terjadi ketika Rasulullah berada di titik paling berat secara psikologis. Ini menunjukkan bahwa ketika manusia berada di titik paling lemah, Allah justru menguatkan dengan pendekatan spiritual,” ujar I’ana 14 Januari lalu saat diwawancara tim humas UMM.

Ia menilai kondisi tersebut sangat relevan dengan realitas mahasiswa hari ini. Tekanan akademik, kecemasan akan masa depan, hingga kelelahan mental sering kali tidak bisa diselesaikan hanya dengan strategi akademik atau materiil. Spiritualitas, menurutnya, menjadi sumber ketenangan yang kerap diabaikan.

Lebih lanjut, I’ana sapaan akrabnya melanjutkan bahwa keistimewaan Isra Mi’raj terletak pada satu ibadah yang ditetapkan di dalamnya, yaitu shalat. Berbeda dengan ibadah lain yang diperintahkan melalui wahyu, shalat justru “dijemput” langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Mi’raj. “Shalat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan tanpa perantara malaikat Jibril. Itu menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang muslim,” jelasnya.

Lebih dari sekadar ritual, dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) itu memandang shalat sebagai sistem pengelolaan waktu yang sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa. Lima waktu shalat, katanya, membentuk pola hidup yang teratur dan berbasis nilai.

 “Shalat adalah siklus manajemen waktu paling lengkap: plan–do–check–reflect–reset,” ujarnya.

Dalam konteks mahasiswa yang sering terjebak pada kesibukan tanpa henti, shalat justru menjadi penyeimbang. Bukan mengurangi produktivitas, tetapi membantu menjaga fokus dan ketenangan.

Ia menambahkan, Subuh mengajarkan perencanaan dan niat hidup. Dzuhur menjadi jeda untuk evaluasi aktivitas. Ashar menumbuhkan kesadaran bahwa waktu terbatas. Maghrib menjadi ruang refleksi. Dan Isya adalah saat penyerahan diri sekaligus pemulihan batin. Pola ini, menurutnya, membuat hidup menjadi lebih terarah meskipun ditengah kesibukan yang padat.

Bagi mahasiswa, I’ana menganggap bahwa nilai Isra Mi’raj dan shalat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter. Isra Mi’raj memberi orientasi hidup, bahwa kuliah bukan sekadar mengejar IPK, tetapi bagian dari perjalanan menuju tujuan yang lebih bermakna. Sementara shalat menjadi ruang jeda di tengah tekanan akademik. “Prestasi diraih melalui usaha dan kesungguhan, bukan jalan pintas. Nilai spiritual menjadi penguat agar mahasiswa tetap jujur dan bertanggung jawab,” katanya.

Terakhir, Ia berpesan kepada mahasiswa bahwa sholat harus menjadi kompas kesadaran hidup. Di tengah kehidupan kampus yang semakin kompetitif dan penuh tekanan, hal itu menjadi pengingat penting. Bahwa shalat, sebagaimana diajarkan melalui Isra Mi’raj, bukan hanya kewajiban ritual, tetapi sistem yang membantu mahasiswa mengelola waktu, menjaga integritas, dan tetap berjalan pada arah yang benar. “Shalat bukan sekadar kewajiban ritual dan berhenti di atas sajadah. Tetapi menjadi kompas kesadaran yang menuntun sikap dalam nilai yang penuh berkah,” pungkasnya.(Ans)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen PAI UMM Maknai Isra' Mi'raj, Sholat Adalah Kompas Kesadaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now