![]() |
| Wisata alam River Tubing Banyumaro , desa Wringinanom , kec. Poncokusumo |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Desa Wisata Wringinanom (Dewi Anom) di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, terus menegaskan eksistensinya sebagai salah satu destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang paling berkembang di Jawa Timur. Dengan lanskap pegunungan hijau, udara sejuk, serta kuatnya tradisi masyarakat, desa ini kini menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.
Berlokasi sekitar 30 kilometer dari Kota Malang dan berada di jalur menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Dewi Anom menawarkan berbagai pilihan wisata alam seperti river tubing, off-road jeep, trekking pegunungan, hingga agrowisata berbasis kebun jeruk dan sayuran. Pengunjung dapat menikmati aliran sungai yang jernih, jalur pedesaan yang menembus rumpun pohon pinus, serta panorama lereng Bromo yang menawan.
Pengelola Pokdarwis Desa Wisata Wringinanom (Dewi Anom) mengungkapkan bahwa perkembangan wisata ini tidak terlepas dari peran masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan. “Melalui kelompok sadar wisata Dewi Anom, warga bertindak sebagai pemandu wisata dan pelaku UMKM, hingga penyedia homestay” ujar Galoh Prasetyo (38) selaku ketua Pokdarwis Dewi Anom. Keterlibatan masyarakat ini menjadikan Wringinanom sebagai contoh desa wisata berbasis pemberdayaan yang berkelanjutan.
Selain wisata alam, desa ini juga memiliki potensi budaya yang terus dilestarikan. Pertunjukan ludruk, seni karawitan, dan kegiatan adat desa masih rutin digelar sebagai atraksi bagi wisatawan. Seperti halnya budaya bantengan yang diagendakan saat ada acara besar ataupun kegiatan hajatan warga desa. Tidak hanya itu, warga juga menjalankan usaha produk UMKM seperti keripik sayur dan buah, makanan olahan hasil kebun, hingga kerajinan rumah produksi menjadi bagian penting dari ekosistem wisata yang dikembangkan.
Berbagai program pengembangan kini terus dikembangkan, di antaranya wisata edukasi lingkungan bagi pelajar, camping ground, jelajah alam, wisata petik jeruk, serta paket budaya untuk wisatawan keluarga. Sehingga warga Wringinanom berupaya tidak hanya menjadi tempat berlibur, tetapi juga ruang belajar tentang alam, budaya, dan edukasi serta kehidupan masyarakat desa.
Wisatawan yang datang ke Dewi Anom umumnya tertarik pada keaslian suasana pedesaan. “Desa ini menawarkan pengalaman liburan yang berbeda tenang, dekat dengan alam, dan memiliki interaksi langsung dengan warga setempat” ujar Widya (20). Hal inilah yang menjadi keunggulan sekaligus nilai jual utama di tengah semakin padatnya destinasi wisata modern di Kabupaten Malang. Harapannya, pariwisata ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga melestarikan kekayaan budaya dan lingkungan yang dimiliki desa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?