![]() |
| Walikota Malang dan Ketua Umum YGSN menaiki becak listrik |
MALANG, JATIMSATUNEWS.COM– Pemerintah pusat melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) menyalurkan bantuan 200 unit becak listrik kepada pengemudi becak di Kota Malang. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional pemberian becak listrik Presiden RI yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak sekaligus mendukung transportasi ramah lingkungan.
Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko menyampaikan bahwa penyaluran di Kota Malang merupakan tahap awal dari program pengadaan nasional yang telah direncanakan hingga 2027. Program tersebut mencakup pemesanan sekitar 70 ribu unit becak listrik yang diproduksi oleh PT Pindad, dengan prioritas penerima adalah pengemudi becak berusia lanjut.
“Data kami menunjukkan populasi pengemudi becak di Indonesia sekitar 80 ribu orang. Tahap awal ini difokuskan bagi mereka yang berusia 70 tahun ke atas, lalu akan berlanjut ke kelompok usia berikutnya hingga seluruh pengemudi becak menerima bantuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penerima bantuan akan melalui proses verifikasi lapangan. Tim survei akan memastikan bahwa penerima benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak. Program ini, menurutnya, tidak diperuntukkan bagi masyarakat di luar profesi tersebut.
Terkait teknis operasional, becak listrik memiliki daya jelajah hingga sekitar 36 kilometer dalam sekali pengisian baterai dan masih mampu digunakan di tanjakan hingga kemiringan tertentu. Untuk mendukung keberlanjutan, YGSN telah menjalin kerja sama antara PT Pindad dan PT Viar terkait perawatan dan ketersediaan suku cadang, sehingga becak listrik dapat diservis di bengkel resmi yang tersebar di berbagai daerah.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyambut baik program tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI atas penyaluran bantuan becak listrik di Kota Malang. Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pengemudi becak, tetapi juga mendukung sektor pariwisata kota.
“Malang adalah kota pendidikan dan pariwisata. Wisatawan, termasuk turis asing, banyak yang memilih becak karena bisa menikmati suasana kota secara langsung. Becak listrik ini sangat relevan untuk menunjang sektor tersebut,” ujarnya.
Pemerintah Kota Malang mencatat jumlah pengemudi becak di wilayahnya sekitar 800 orang, sementara penerima bantuan tahap awal baru mencapai 200 orang. Ke depan, Pemkot berharap jumlah penerima dapat terus bertambah seiring berlanjutnya program nasional.
Pemkot Malang juga berencana melakukan penataan operasional becak listrik, termasuk pembentukan paguyuban pengemudi, kerja sama dengan pelaku industri pariwisata, serta penyusunan kebijakan tarif agar lebih seragam dan tidak merugikan wisatawan maupun pengemudi. Selain itu, pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan PLN untuk penyediaan titik pengisian daya di sejumlah lokasi strategis, terutama kawasan wisata dan perhotelan.
Wali Kota menegaskan bahwa becak listrik tidak boleh diperjualbelikan maupun dimodifikasi menjadi kendaraan lain. Program ini, menurutnya, tetap mempertahankan karakter becak sebagai transportasi tradisional yang ramah lingkungan dan tidak bersinggungan langsung dengan moda transportasi lain.
Dengan penyaluran becak listrik ini, pemerintah berharap pengemudi becak dapat memperoleh peningkatan pendapatan sekaligus mendorong citra Kota Malang sebagai kota wisata yang berkelanjutan. (raf)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?