Banner Iklan

Dari 20 Ribu Turun Jadi 2 Ribu, Upacara HAB Kemenag ke-80 2026 Kabupaten Malang Terkesan Lebih Sepi

Anis Hidayatie
05 Januari 2026 | 06.59 WIB Last Updated 2026-01-05T01:24:33Z


Yahya dan beberapa kawan yang ikut Upacara HAB Kemenag ke-80 2026 Kabupaten Malang yang Terkesan Lebih Sepi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Malang telah usai digelar pada Sabtu, 3 Januari 2025. Meski berlangsung khidmat, suasana upacara tahun ini terasa jauh lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Hal tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan insan pendidikan dan ASN, terutama terkait siapa saja yang diundang mengikuti upacara.

Sejumlah guru mengaku tidak menerima undangan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

“Kok tidak merasa diundang ya, kapan nge-sharenya?” ujar salah satu guru SMP berstatus ASN yang mempertanyakan mekanisme penyebaran undangan.

Menanggapi hal itu, Yahya perwakilan MGMP PAI SMP Kabupaten Malang yang hadir   menjelaskan bahwa undangan memang dibatasi.

“Saya perwakilan MGMP PAI, cukup Ketua, Sekretaris, dan Bendahara,” ucap Yahya usai mengikuti upacara.

Ketua MGMP PAI SMP Asrori (kacamata)


Sementara itu ketua MGMP SMP Asrori menyampaikan tanggapan bahwa HAB Kemenag juga sebagai ajang pemberian reward bagi ASN berprestasi atau masyarakat yang memiliki dedikasi.

"Upacara Hab Kemenag adalah sebagai rangkaian acara puncak dalam peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 80 ini, adalah sebagai pemberian reward atau penghargaan bagi asn kemenag berprestasi serta bagi masyarakat yang mempunyai dedikasi dan pengabdian bidang keagamaan, lebih dari 100 orang mendapatkan penghargaan dari berbagai bidang, yang diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Malang," jelasnya.

Perbincangan diantara para guru menyebut menyebut Non ASN akan diundang khusus. Ternyata tidak demikian adanya. 

Penjelasan resmi disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Malang, Son Haji Senin, 6 Januari 2025. Ia menegaskan bahwa pembatasan peserta dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi.

“Tahun ini memang agak berbeda dengan tahun kemarin karena adanya efisiensi. Peserta upacara hanya mengundang kurang dari 2.000 orang, padahal tahun kemarin bisa sampai 20.000,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia Pelaksana HAB Kemenag ke-80 Kabupaten Malang, Kudari. Menurutnya, upacara tahun ini secara khusus diperuntukkan bagi kalangan internal.

“Untuk peserta upacara memang terbatas, hanya ASN Kemenag,” ujarnya.

Data disampaikan total peserta upacara tercatat sebanyak 1.616 orang. Mereka terdiri dari 1.216 ASN Kemenag, perwakilan Guru PAI, IGRA, Madrasah Diniyah dan TPQ, siswa, serta guru MI, MTs, dan MA swasta dengan jumlah terbatas. Selain itu, sebanyak 243 orang terlibat sebagai petugas dan pengisi acara, mulai dari petugas upacara, paduan suara, paskibraka, hingga penampil seni dan budaya.

Dengan kebijakan pembatasan tersebut, panitia berharap seluruh rangkaian HAB Kemenag ke-80 tetap berjalan tertib, khidmat, dan bermakna, meski tanpa kemeriahan massal seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Upacara kali ini menegaskan bahwa esensi Hari Amal Bakti bukan terletak pada jumlah peserta, melainkan pada refleksi pengabdian dan komitmen ASN Kementerian Agama dalam melayani umat. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari 20 Ribu Turun Jadi 2 Ribu, Upacara HAB Kemenag ke-80 2026 Kabupaten Malang Terkesan Lebih Sepi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now