Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Sampaikan Konsep Menteri Agama Nasaruddin Soal Pentingnya Pembatinan saat Pengukuhan 11 Guru Besar
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan pentingnya pembatinan dalam pembelajaran saat menyampaikan sambutan pada prosesi Pengukuhan 11 Guru Besar UIN Malang dalam Rapat Terbuka Senat, Selasa (20/1/2026). Konsep tersebut, menurutnya, sejalan dengan gagasan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, tentang pendidikan yang tidak berhenti pada aspek retorika dan transfer ilmu semata.
Prof. Ilfi menekankan bahwa pembelajaran sejati harus lahir dari ketulusan dan keikhlasan hati, bukan sekadar rangkaian kata dan teori akademik. Ia mengutip pesan Menteri Agama bahwa pendidikan yang kuat adalah pendidikan yang berangkat dari kedalaman batin seorang pendidik.
“Betapa pentingnya pembatinan dalam pembelajaran. Tidak cukup hanya dari retorika dan kata-kata, tetapi harus tulus dan ikhlas. Apa yang keluar dari dalam hati, itulah yang akan sampai ke hati peserta didik,” ujar Prof. Ilfi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Malang secara khusus menitipkan pesan kepada 11 Guru Besar yang baru dikukuhkan agar menjadikan konsep pembatinan sebagai landasan utama dalam mendidik mahasiswa. Guru Besar, menurutnya, memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk kualitas kemanusiaan peserta didik.
“Pesan saya kepada para Guru Besar, ajarilah mahasiswa dengan lebih baik, lebih berkualitas, dengan mengajar dari hati. Ketulusan, keikhlasan, dan kedalaman batin harus menjadi fondasi, sehingga yang dikedepankan bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter, kepribadian, akhlak, dan spiritualitas,” tegasnya.
Prof. Ilfi juga mengaitkan penguatan peran Guru Besar dengan target besar UIN Malang untuk terus meningkatkan reputasi nasional dan internasional, bahkan menyalip capaian perguruan tinggi di Jakarta. Dengan bertambahnya jumlah Guru Besar, ia optimistis produktivitas akademik akan semakin meningkat.
“Dari 11 Guru Besar ini, tentu publikasi nasional dan internasional akan bertambah. Seiring dengan itu, anggaran penelitian dan publikasi juga akan kita tingkatkan. Bertambah Guru Besar, bertambah pula dukungan anggaran untuk riset dan publikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa UIN Malang telah lama eksis dalam reputasi internasional sejak 2009, dan kini terus mempercepat langkah menuju penguatan akreditasi global. Saat ini, capaian akreditasi internasional masih berada di kisaran 30 persen, dan ditargetkan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Tahun ini harus bertambah 30 persen lagi, tahun depan 30 persen lagi. Sehingga dalam waktu dekat kita berharap bisa mencapai sekitar 90 persen akreditasi internasional,” ungkapnya optimistis.
Menurut Prof. Ilfi, pencapaian tersebut tidak mungkin terwujud tanpa peran Guru Besar yang tidak hanya kuat dalam riset dan publikasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan komitmen kemanusiaan. Konsep pembatinan yang ditekankan Menteri Agama, lanjutnya, menjadi kunci agar UIN Malang tidak hanya unggul dalam peringkat dan angka, tetapi juga melahirkan insan akademik yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Pengukuhan 11 Guru Besar ini pun menjadi momentum reflektif bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus meneguhkan diri sebagai pusat keilmuan Islam yang unggul, humanis, dan bereputasi internasional, dengan pendidikan yang berangkat dari hati dan bermuara pada kemaslahatan umat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?