Banner Iklan

5 RW Binaan DLH Kota Malang, Raih Penghargaan Proklim 2025

Anis Hidayatie
21 Januari 2026 | 05.25 WIB Last Updated 2026-01-20T22:25:53Z

5 RW Binaan DLH Kota Malang, Raih Penghargaan Proklim 2025

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 5 Rukun Warga (RW) yang berada di bawah binaan Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mendapatkan Penghargaan Proklim 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. 5 RW tersebut yaitu RW 02 Kelurahan Arjosari Kecamatan Blimbing yang berhasil meraih Penghargaan Proklim Utama Trophy. Kemudian RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro serta RW 02  dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun yang telah meraih Penghargaan Proklim Utama Sertifikat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih. Sebagai bentuk penghormatan, penyerahan Penghargaan Proklim Utama Trophy maupun Penghargaan Utama Sertifikat dilakukan bersamaan dengan rangkaian Apel Pagi di Halaman Depan Balaikota Malang. Senin (19/1/2026).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat  menyampaikan bahwa Penghargan Proklim ini  sebagai program peduli iklim, terkait menjaga lingkungan agar lebih baik lagi. "RW-RW yang mendapatkan penghargaan itu sudah menerapkan terkait dengan menjaga lingkungan itu. Terutama di Arjosari itu sudah melakukan beberapa hal. Salah satunya itu sumur resapan yang saya juga pernah cek juga. Kemudian ada juga sumur injeksi, Ruang Terbuka Hijau (RTH)nya juga terjaga, sepanjang sungainya juga ada tempat untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya penghijauan, bagaimana kita bisa menjaga luasan RTH, dan lain sebagainya," jelas Wahyu.

Dikatakannya, masyarakat sudah melakukan langkah-langkah riil yang memang dilakukan masyarakatnya.

 "Keterlibatan masyarakat itu atas kesadarannya sendiri. Bukan dari kami. Warga itu sama-sama sadar karena ini kewajiban menjaga lingkungan yang nanti dampaknya untuk mereka. Termasuk udara bersih kan juga untuk mereka, meminimalisir banjir," jelasnya.

Menurutnya, poin utama dalam penilaian Proklim ini adalah peran serta masyarakat. "Kami berharap nanti wilayah RW yang lain pun bisa menerapkan hal serupa," tuturnya.

Di tempat yang sama, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan untuk Penghargaan Proklim Utama Trophy hanya berjumlah 50 trophy se-Indonesia yang dilakukan penilaian setiap tahunnya. "Dengan kriteria lokasi Proklim Utama yang memiliki keunggulan khusus dibandingkan lokasi lainnya dengan nilai akumulasi 81 diraih oleh RW 02 Kelurahan Arjosari Kecamatan Blimbing," ungkap Raymond.

Selain itu, ada pula Penghargaan Utama Sertifikat dengan nilai akhir Proklim hingga 81 diraih oleh RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun. "Sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Malang, maka seluruh pemenang Proklim telah diberikan uang penghargaan Proklim Utama sebesar 15 juta rupiah yang telah diserahkan Bapak Wali Kota Malang pada kegiatan Forum Aksi Iklim dan Pembinaan Proklim di Hotel Santika pada Rabu, 26 November 2025," jelasnya. 

Dikatakannya, Proklim merupakan program nasional Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong masyarakat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca yang telah dilaksanakan di tingkat nasional sesuai kondisi wilayah.

"Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Lingkungan Hidup telah menganugerahkan penghargaan kepada Wali Kota Malang selaku Kepala Daerah Pembina Proklim lantaran telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung aksi Adaptasi dan Mitigasi oleh masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim," beber Raymond.

Kemudian Lurah Arjosari Sativana Sari Pramoedyo menyampaikan terkait dengan penerimaan penghargaan yang telah diterima dengan kategori Penghargaan Proklim Utama Trophy adalah hasil usaha masyarakat, khususnya di RW 02 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing. "Jadi, mereka ini sudah mempersiapkan sejak lama untuk mengikuti penilaian kampung proklim tingkat nasional. Kita di sini sebagai pemerintah kehadirannya untuk mendukung penuh kegiatan tersebut," terang Sativana Sari.

Dirinya menjelaskan bahwa banyak kriteria yang dinilai. Diantaranya penghijauan, pengelolaan sampah, pengelolaan sumber daya air, pengelolaan lingkungan, partisipasi masyarakat dan inovasi masyarakat. Untuk dapat menerapkan pengelolaan lingkungan yang baik, tentunya banyak hal. "Apabila di Kelurahan Arjosari pada umumnya itu kita selalu ada kerja bakti. Kita itu kerja baktinya di setiap RW, tidak hanya di RW 02 saja. Tapi memang yang kita ikutkan untuk tahun ini adalah RW 02 yang diikuti oleh tiga RT. Ada RT 04, RT 05, dan RT 06," ujar Sativana Sari.


Dirinya menyebut yang membedakan  masyarakat di RW 02 itu memang masyarakat yang bergotong-royongnya tinggi, semangat untuk menjaga lingkungannya juga tinggi, serta beberapa inovasi-inovasi ada di masyarakat kami di RW 02. "Untuk inovasi yang telah dilakukan  ada solar cell, pengelolaan limbah menjadi ecobrick, eco enzyme,  pengelolaan sampah menjadi pupuk cair. Kemudian ada perajangan sampah, pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga," beber Sativana Sari.

Dalam kesempatan tersebut, Ia membuka pintu bagi masyarakat lain yang akan mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh warga RW 02 Kelurahan Arjosari Kecamatan Blimbing. (Ans)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5 RW Binaan DLH Kota Malang, Raih Penghargaan Proklim 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now