Pemuda Hingga Ibu Rumah Tangga Ikuti Pelatihan Dai BKMM DMI di Masjid Nurul Muttaqin Pakisaji
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemuda hingga ibu rumah tangga tampak antusias mengikuti Pelatihan Dai Daiyah Pakisaji 2 Tahun 2025 yang diselenggarakan di Masjid Nurul Muttaqin, Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan peran masyarakat dalam dakwah Islam yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman.
Masjid Nurul Muttaqin yang berlokasi sekitar 500 meter di selatan Pasar Pakisaji, tepat di sisi kanan jalan dari arah Kota Malang, dipadati peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari generasi muda, aktivis majelis taklim, hingga ibu rumah tangga, hadir untuk memperdalam pemahaman dakwah dan meningkatkan kapasitas diri sebagai dai dan daiyah di lingkungannya masing-masing.
Ketua Panitia Pelaksana, Hj. Imroatin Nuris Sururi, S.Ag., M.H, yang juga menjabat sebagai Ketua PC BKMM DMI Kecamatan Pakisaji serta Direktur Daerah DPD LPKS BKPRMI Kabupaten Malang, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar BKPRMI dalam menyiapkan kader dakwah yang berdaya dan berwawasan luas.
“Dakwah tidak hanya tugas para ustaz di mimbar, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali pemuda dan ibu-ibu agar mampu menyampaikan pesan Islam dengan cara yang santun, bijak, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Gus Yusuf, yang menyampaikan materi tentang sejarah dan filosofi dakwah Rasulullah SAW. Dalam paparannya, Gus Yusuf menjelaskan bahwa dakwah memiliki proses panjang dan penuh tantangan, sebagaimana yang dialami Nabi Muhammad SAW sejak di Makkah hingga Madinah.
Ia menuturkan bahwa Madinah menjadi simbol perlindungan dan penguatan dakwah, sebagaimana sabda Nabi yang mengibaratkan iman akan kembali ke Madinah seperti ular yang kembali ke lubangnya. “Dakwah pertama Rasulullah di Makkah adalah pondasi. Dari situlah umat belajar kesabaran, keteguhan, dan pentingnya masjid sebagai pusat dakwah dan peradaban,” jelasnya.
Sementara itu, Anis Hidayatie, jurnalis sekaligus pemateri, menyoroti pentingnya dakwah melalui media digital. Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan mencerahkan.
“Media digital hari ini adalah mimbar baru. Dai dan daiyah perlu hadir dengan konten yang menyejukkan, informatif, dan bertanggung jawab agar pesan dakwah dapat diterima luas, khususnya oleh generasi muda,” paparnya.
Kegiatan ini juga didukung oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Malang, yang menilai pelatihan semacam ini sangat penting dalam memperkuat moderasi beragama di tingkat akar rumput.
Melalui Pelatihan Dai Daiyah Pakisaji 2 Tahun 2025 ini, BKPRMI berharap lahir dai dan daiyah yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu berdakwah secara kontekstual, inklusif, dan adaptif di tengah dinamika masyarakat modern. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?