Dua Kubu di Grahadi: Dinamika Aksi Mahasiswa Papua yang Berjalan Tegang namun Terkendali
SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM: Surabaya pagi itu terasa berbeda. Senin, 1 Desember 2025, ada ketegangan yang pelan tetapi terasa di udara di sekitar Gedung Negara Grahadi. Puluhan mahasiswa Papua mulai berkumpul di sisi timur jalan, membawa tuntutan dan suara mereka. Namun, massa yang menentang berdiri dengan iman masing-masing. Dua kubu, dua suara, satu ruang publik, dan kemungkinan gesekan yang mungkin.
Dinamika lapangan bergerak cepat karena ada dua kubu yang memiliki pesan yang berbeda. Kadang-kadang, pernyataan dari satu pihak menghasilkan tanggapan dari pihak lain. Meskipun tidak terjadi bentrokan, gelombang suara saling bersahutan membuat suasana sedikit panas. Untuk memahami situasi yang sedang berlangsung, pengendara harus sesekali memperlambat laju kendaraan mereka untuk menjaga arus lalu lintas tetap terbuka.
Aparat keamanan tampak berjaga-jaga di tengah keramaian. Anggota dari berbagai satuan, seperti Brimob dan Dalmas, berkumpul di beberapa titik untuk memantau perkembangan tindakan. Mereka menjaga jarak antara dua kelompok dan mengawasi pergerakan massa. Pendekatan pengamanan lebih berkonsentrasi pada pengawasan dan pencegahan gesekan fisik. Sementara aparat menjaga jarak yang cukup antara kedua kubu.
Hingga aksi berlangsung, kedua pihak tetap berada pada posisi masing-masing. Perbedaan pendapat hadir di tengah kota melalui suara yang bersilang, wajah yang tegang, dan ruang publik yang terbagi dua. Meskipun tensi meningkat, demonstrasi hari itu tidak menghasilkan insiden signifikan. Ini menunjukkan bagaimana banyak suara dapat mengisi ruang demokrasi, meskipun tidak selalu sejalan satu sama lain.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?