![]() |
| Kepala Dishub Kota Malang |
MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas bersifat insidental dan sementara untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Dishub Kota Malang, R. Wijaya Saleh Putra, mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan berdasarkan situasi di lapangan dan dipimpin langsung oleh Polresta Malang Kota apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Ia menjelaskan, titik-titik rawan kepadatan berada di jalur masuk Kota Malang, khususnya dari arah Ahmad Yani hingga kawasan MCC, serta wilayah perbatasan dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Jika Kota Batu mengalami kepadatan, arus kendaraan akan dialihkan melalui jalur tol Pakis maupun Matipuro.
“Rekayasa sifatnya tidak permanen. Kita melihat situasi. Kalau memang dibutuhkan, baru kita lakukan pengaturan,” ujarnya.
Dishub juga mengandalkan pemantauan berbasis teknologi seperti ATCS dan CCTV untuk memonitor pergerakan lalu lintas secara real time. Selain itu, sejumlah pos layanan, pos pantau, dan pos pengamanan disiagakan di titik-titik strategis.
Wijaya menegaskan penanganan lalu lintas Nataru dilakukan secara terintegrasi lintas wilayah. “Transportasi ini tidak bisa sektoral. Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Batu harus satu kesatuan,” katanya. (raf)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?