Banner Iklan

Diseminasi Hasil Magang PBA UIN Maliki Malang 2025 Sukses Digelar, Suguhkan Kolaborasi Kreatif Empat Konsentrasi

M. Kholilur Rohman
13 Desember 2025 | 20.36 WIB Last Updated 2025-12-13T13:40:19Z

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM — Suasana Aula Micro Teaching Lt. 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang siang itu terasa berbeda. Ruangan dipenuhi antusias mahasiswa, dosen, dan para pemerhati bahasa Arab yang datang untuk menyaksikan gelaran Diseminasi Hasil Magang Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), sebuah acara yang menjadi momentum perayaan Hari Bahasa Arab Sedunia dengan tema besar “ؒفاق Ω…Ψ¨ΨͺΩƒΨ±Ψ© Ω„Ω„ΨΊΨ© Ψ§Ω„ΨΉΨ±Ψ¨ΩŠΨ©” (Inovasi Baru bagi Bahasa Arab). Atmosfer kegiatan tidak hanya akademis, tetapi juga penuh kreativitas dan semangat kolaboratif. Kegiatan itu digelar pada Kamis (11) kemarin. 

Acara dibuka dengan penayangan video menggambarkan perjalanan magang mahasiswa selama beberapa bulan terakhir, disusul penampilan Ghina Araby oleh Shofany dan Tatim yang menghangatkan suasana. Fasa dan Salma memandu acara dengan gaya non-formal yang komunikatif, membuat audiens merasa dekat sejak menit pertama. Sesi seremonial pembukaan dipandu oleh Mirza dan Ali, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Dewi Sartika mengalun khidmat memenuhi ruangan. Setelah itu, hadirin bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne PBA UIN Malang dipimpin oleh Ainun.

Serangkaian sambutan turut menguatkan makna acara ini. Riki Janwir selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasinya atas kerja keras panitia dan mahasiswa. Ketua angkatan, Rama Damar, dalam sambutannya menekankan pentingnya magang sebagai jembatan antara teori perkuliahan dan dunia profesi. Sementara itu, Kaprodi PBA, Dr. Ahmad Mubaligh, menegaskan bahwa diseminasi ini merupakan wujud komitmen program studi dalam menumbuhkan inovasi dan profesionalisme calon pendidik bahasa Arab.

Acara kemudian memasuki sesi inti yang paling ditunggu, yaitu pemaparan hasil magang dari empat konsentrasi yang tersebar mejadi lima kelas pilihan. Setiap kelas pilihan peminatan tampil dengan gaya dan karakter masing-masing, mencerminkan keberagaman kompetensi mahasiswa PBA. Kelompok Ala’1 tampil pertama dengan moderator Oyik. Maryam, Intan, Gita, dan Lilis sebagai narasumber memaparkan konsep pembelajaran bahasa Arab untuk anak dengan berbagai pendekatan kreatif. Presentasi mereka menunjukkan bagaimana bahasa Arab dapat diajarkan secara menyenangkan dan sesuai perkembangan psikologis anak, sementara Sifa dan Fida memastikan jalannya siaran live berjalan lancar.

Sesi berikutnya datang dari kelompok Terjamah. Di bawah panduan moderator Sasa, para narasumber—Risa, Yusfa, Imron, dan Ardhani—menampilkan hasil kerja penerjemahan mulai dari teks ilmiah hingga keagamaan. Mereka tidak hanya berbicara soal hasil, tetapi juga menjelaskan tantangan dan teknik yang mereka gunakan dalam proses penerjemahan. Bahje dan Yasmin bertugas mengawal jalannya siaran untuk sesi ini.

Kelompok Media kemudian tampil membawa warna berbeda. Moderator Yusuf memandu diskusi bersama Bintang, Ajilni, Syahri, dan Shofi yang menunjukkan karya-karya media digital seperti video pembelajaran, animasi kreatif, serta desain grafis edukatif. Mahasiswa ini menekankan bahwa pembelajaran bahasa Arab pada era digital membutuhkan media yang adaptif dan menarik. Azam dan Rozan bertugas sebagai admin live yang memastikan seluruh konten tersampaikan dengan baik kepada penonton daring.

Suasana ruangan semakin meriah dengan tampilnya Dewi dan Shahilla dalam sesi Ghina Araby. Penampilan mereka menghadirkan nuansa musikal khas Arab yang memperkaya dinamika acara dan memberi jeda kreatif di antara sesi-sesi akademik.

Setelah itu, kelompok BIPA tampil dengan dipandu moderator Fariha. Para narasumber—Taliah, Nasya, Roup, dan Azizah—menyampaikan pengalaman mereka mengajar Bahasa Indonesia kepada penutur asing. Mulai dari desain pembelajaran berbasis budaya hingga pengalaman interaksi dengan mahasiswa internasional, sesi ini menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa PBA melampaui batas bahasa Arab semata. Friesha dan Najwa turut memastikan sesi ini tersiar dengan baik.

Penutup dari rangkaian diseminasi magang diisi oleh kelompok Ala’2. Aina bertindak sebagai moderator, sementara Khairunnisa, Haziza, Kelvina, dan Laila memaparkan praktik pengajaran bahasa Arab untuk anak gelombang kedua. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan contoh media yang variatif, mereka menampilkan bagaimana pembelajaran bahasa Arab dapat dirancang lebih imajinatif dan aplikatif. Wuruda dan Fauziyah menjalankan tugas sebagai admin live pada sesi terakhir ini.

Setelah seluruh kelompok selesai mempresentasikan hasil magang, Fasa dan Salma kembali naik ke panggung untuk menutup acara. Tepuk tangan bergemuruh, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang bukan hanya menyajikan hasil magang mahasiswa, tetapi juga menegaskan bahwa PBA UIN Maliki Malang terus berkembang sebagai ruang kreatif, inovatif, dan visioner.

Diseminasi Hasil Magang tahun ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Selain memperlihatkan kompetensi mahasiswa dalam berbagai bidang, acara ini berhasil menggambarkan bagaimana bahasa Arab dapat dikembangkan melalui beragam perspektif—mulai dari pendidikan anak, media digital, seni, BIPA, hingga penerjemahan. Melalui acara ini, PBA UIN Maliki Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai pusat inovasi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, sekaligus merayakan Hari Bahasa Arab Sedunia dengan semangat yang penuh energi dan kreativitas.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diseminasi Hasil Magang PBA UIN Maliki Malang 2025 Sukses Digelar, Suguhkan Kolaborasi Kreatif Empat Konsentrasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now