Banner Iklan

Bela Negara Melalui Dakwah dan Pengabdian di Masjid: Implementasi Nyata Nilai Bela Negara yang Sering Dipandang Biasa

Admin JSN
07 Desember 2025 | 17.57 WIB Last Updated 2025-12-07T10:57:39Z

Bela Negara Melalui Dakwah dan Pengabdian di Masjid: Implementasi Nyata Nilai Bela Negara yang Sering Dipandang Biasa

Muhammad Yusuf menjadi imam masjid sholat subuh berjamaah di Masjid Al Millah, Sidoarjo pada tanggal 25 November 2025. (Sumber: Youtube masjid al millah sidoarjo)

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Bela negara sering dipahami sebagai tindakan besar seperti mengangkat senjata, mengikuti pendidikan militer, atau mempertahankan kedaulatan dari ancaman asing. Padahal, bela negara memiliki makna yang jauh lebih luas dan dapat dilakukan oleh setiap warga negara melalui aktivitas sederhana namun berdampak bagi masyarakat.

Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 menjelaskan bahwa bela negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang dilandasi kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjaga kelangsungan hidup bangsa.

Sebagai mahasiswa, pemuda, sekaligus bagian dari masyarakat, saya memahami bahwa kontribusi membela negara dapat diwujudkan sesuai keilmuan dan kemampuan yang saya miliki. Salah satunya adalah melalui aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat, yaitu mengajar mengaji anak-anak di masjid, menjadi imam shalat, dan turut menjadi panitia kegiatan kajian serta pengajian akbar. Meskipun terlihat biasa, aktivitas tersebut mengandung nilai-nilai bela negara yang penting dalam membangun moralitas, persatuan, serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

 

 Menjadi tutor mengaji Tahfidz Al-Qur’an anak-anak di masjid Pondok Mutiara pada 22 September 2025.

Cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui kesediaan mempertahankan kedaulatan fisik negara, tetapi juga menjaga moral generasi muda dari kerusakan karakter dan krisis akhlak. Mengajar Al-Qur’an di masjid setiap pekan adalah bentuk kontribusi nyata dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Pemuda dengan karakter baik adalah aset terbesar bangsa, karena kemajuan negara sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, banyak anak-anak terjebak dalam penggunaan gawai secara berlebihan, game online, hingga pergaulan yang tidak terkontrol. Dengan adanya kegiatan belajar mengaji, anak-anak mendapatkan ruang edukasi yang positif, bimbingan moral, serta contoh keteladanan. Hal ini sejalan dengan nilai bela negara, yaitu membangun karakter bangsa sebagai pondasi kekuatan nasional.

Kesadaran berbangsa berarti memahami diri sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial. Tugas sebagai imam shalat bukan hanya memimpin ibadah, tetapi juga menjadi teladan dalam masyarakat. Ibadah berjamaah mengajarkan disiplin, persatuan, dan kebersamaan tanpa memandang status ekonomi, suku, atau latar belakang nilai yang sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI.


Penulis : Muhammad Yusuf Al Amiin "G100 Bela Negara" 

                (NIP : 24043010001)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bela Negara Melalui Dakwah dan Pengabdian di Masjid: Implementasi Nyata Nilai Bela Negara yang Sering Dipandang Biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now