MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Pertanian Indonesia (STPI) IV 2026. Acara berskala nasional ini dilangsungkan secara daring pada Rabu (5/8/2026).
Mengangkat tema "Sinergi Riset, Pengabdian, dan Teknologi Tepat Guna dalam Inovasi Agroindustri dan Biosistem untuk Mewujudkan Sistem Teknologi Pertanian Berkelanjutan menuju SDGs dan Indonesia Maju," STPI 2026 hadir sebagai forum strategis untuk menjawab tantangan kompleks di sektor pertanian modern.
Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi terkemuka sebagai narasumber, di antaranya Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si. (Universitas Brawijaya), Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP., M.Eng., Ph.D. (Universitas Jember), dan Ahmad Sirojuddin, S.TP. (Direktur Operasional PT Tamma Robah Indonesia). Turut hadir pula Umi Hanifah, S.TP., M.T. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai invited speaker.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam sambutannya menegaskan komitmen kuat UB dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Mari kita jadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kekuatan utama untuk membangun pertanian Indonesia yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan," seru Prof. Widodo saat membuka acara.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, S.TP., M.App. Life.Sc., Ph.D., menyoroti bahwa kemajuan inovasi harus sejalan dengan urgensi di lapangan. "Kemajuan teknologi tidak cukup hanya menghasilkan inovasi, tetapi harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan secara konsisten mendukung terwujudnya sistem pertanian berkelanjutan," jelasnya.
Ketua Panitia STPI IV 2026, Dr. Dewi Maya Maharani, S.TP., M.Sc., menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi lintas sektor. "Seminar ini menjadi ruang berbagi hasil penelitian dan pengabdian, sekaligus titik awal dari kolaborasi strategis antara akademisi, peneliti, praktisi, dan industri dalam mendukung keberlanjutan agroindustri nasional," paparnya.
Antusiasme peserta STPI tahun ini terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 147 abstrak ilmiah berhasil terkumpul dari para peneliti dan akademisi di seluruh Indonesia. Karya-karya tersebut terbagi menjadi 81 makalah penelitian dan 66 makalah pengabdian masyarakat.
Melalui STPI IV 2026, FTAB UB berharap momentum ini dapat terus memperkuat sinergi nyata antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat luas demi kemajuan sektor pertanian Indonesia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?