YOGYAKARTA| JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa asal Jawa Timur. Tim SKY TEAM dari Universitas Brawijaya (UB) sukses memborong deretan penghargaan bergengsi dalam ajang kompetisi global International Future Leader Competition (IFLC) 2026.
Kompetisi berskala internasional ini diselenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 24-25 Juli 2026, dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara seperti Zambia, India, Kuwait, Nigeria, Filipina, hingga Thailand.
Kolaborasi Teknologi dan Pertanian Ciptakan "SMART Drone"
Keberhasilan tim yang merupakan kolaborasi mahasiswa dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) serta Fakultas Teknik (FT) UB ini tak lepas dari inovasi mutakhir mereka yang bernama SMART Drone.
Ini merupakan sistem penyemprotan presisi (precision spraying) berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama pada tanaman padi.
Cara kerjanya terbilang sangat canggih. SMART Drone memanfaatkan algoritma Modified YOLOv5 untuk mendeteksi jenis dan lokasi hama secara otomatis dari udara. Selain itu, pada tahap riset, tim menggunakan metode molecular docking guna menganalisis interaksi protein, sehingga menghasilkan kandidat biopestisida dengan daya basmi tinggi terhadap hama target.
Berbekal teknologi tersebut, drone hanya akan menyemprotkan pestisida pada area spesifik yang terdeteksi diserang hama. Hasilnya? Penggunaan pestisida menjadi jauh lebih hemat, menekan biaya produksi, dan tentunya jauh lebih ramah lingkungan karena meninggalkan praktik penyemprotan massal yang berisiko mencemari alam.
Borong Gelar Juara, Bawa UB Jadi Grand Champion
Diketuai oleh Ellen Gracia Alfa Yulianto (Mahasiswa Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi FTAB 2024), tim ini diperkuat oleh anggota-anggota hebat yakni Amara Balqis Simarmata (Teknik Bioproses FTAB), Melinda Cicilia Rany (Bioteknologi FTAB), serta Louis Hayden Wong dan Devyano Tanto (keduanya dari Teknik Kimia FT).
Penampilan memukau inovasi mereka berhasil mencatatkan rekor prestasi luar biasa bagi SKY TEAM, di antaranya:
- 🥉 3rd Runner-Up Winner : Peringkat ketiga terbaik dari keseluruhan subtema kompetisi.
- 🥇 Gold Medal : Subtema Agriculture.
- 🎨 Favorite Poster Award : Subtema Agriculture.
Lebih membanggakan lagi, akumulasi poin dan raihan gelar dari tim ini sukses mengantarkan Universitas Brawijaya meraih gelar bergengsi Grand Champion, mengukuhkan diri sebagai institusi dengan prestasi terbanyak mengungguli peserta dari negara lain.
Dosen pembimbing tim SKY TEAM, Dr. Agr. Sc. Dimas Firmanda Al Riza, ST., MSc., mengapresiasi tinggi hasil kerja keras anak didiknya.
"SMART Drone ini merupakan contoh nyata bagaimana teknologi AI dan drone dapat diaplikasikan dalam sektor pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan," tegas Dr. Dimas.
Dengan torehan prestasi ini, posisi Universitas Brawijaya sebagai salah satu kampus terbaik penyumbang inovator muda di Indonesia semakin tak tergoyahkan. Ke depannya, Tim SKY TEAM berharap teknologi SMART Drone dapat segera diproduksi dan diimplementasikan dalam skala besar untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang ramah lingkungan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?