SDGs 4 - Quality Education
SDGs 17 - Partnerships for the Goals
![]() |
| Dokumentasi pemaparan Solar Cell, Sumber : Data pribadi |
SIDOARJO, 31 JULI 2026 | JATIMSATUNEWS.COM : Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung transisi menuju energi bersih terus
diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Sebagai
bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bersama mahasiswa menyelenggarakan
kegiatan berjudul "Optimalisasi Pemanfaatan Solar Cell sebagai Energi
Terbarukan Berbasis Circular Economy di Perumahan Griya Bhayangkara," yang
bertempat di Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen UPN
"Veteran" Jawa Timur yang terdiri atas Bagas Aryaseta, S.T., M.S.
sebagai ketua, serta Aulia Dewi Fatikasari, S.T., M.T. dan Nia Dwi Puspitasari,
S.T., M.T. sebagai anggota. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu
Dhavyrza Atha Bimantara, Aqilla Zahra Sudrajat, Nadia Rahmi Zahara, Anisa
Febrika Valentina, dan Reyhan Eka Wardhana, sebagai bentuk kolaborasi antara
akademisi dan mitra dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan solar
cell berbasis circular economy. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan
literasi energi bersih, mendorong terwujudnya permukiman hemat energi, serta
mendukung pencapaian SDGs 4 dan SDGs 17.
Di
tengah tantangan perubahan iklim global yang semakin nyata, kesadaran akan
pentingnya beralih ke sumber energi ramah lingkungan kini menjadi kebutuhan
mendesak. Saat ini, ketergantungan sektor rumah tangga terhadap energi
konvensional berbasis bahan bakar fosil tidak hanya memberikan beban ekonomi
melalui kenaikan biaya listrik, tetapi juga menyumbang jejak karbon yang
merusak ekosistem. Merespons permasalahan tersebut, tim pengabdian UPN
“Veteran” Jawa Timur hadir membawa solusi inovatif berupa teknologi solar
cell sederhana guna memperkenalkan alternatif energi yang ramah lingkungan,
mudah diterapkan, dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi
masyarakat.
Melalui
semangat hilirisasi hasil riset multidisiplin, tim tidak sekadar memberikan
bantuan, melainkan memberdayakan warga secara teknis. Dalam kegiatan ini,
masyarakat diajak untuk memahami prinsip kerja sistem solar cell mulai
dari panel surya, sistem kontrol, hingga baterai penyimpan daya sebagai langkah
konkret dalam menekan pemborosan energi. Program ini secara khusus mengusung
konsep circular economy yang menekankan efisiensi sumber daya dan
keberlanjutan. Dengan mengadopsi teknologi panel surya skala rumah tangga,
warga Perumahan Griya Bhayangkara didorong untuk menjadi subjek utama dalam
menciptakan kemandirian energi di lingkungannya sendiri.
Pendekatan berbasis komunitas atau bottom-up development ini diharapkan mampu mengubah perilaku konsumsi energi masyarakat, sekaligus menjadi cermin nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan warga dapat menjawab isu global seperti target Sustainable Development Goals (SDGs) dan Asta Cita melalui aksi nyata yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Melalui sinergi ini, Perumahan Griya Bhayangkara diharapkan dapat menjadi percontohan kawasan pemukiman yang menerapkan prinsip sustainable living guna mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
![]() |
| Gambar 1. Skema Pemanfaatan Solar Cell |
Gambar
tersebut mengilustrasikan mekanisme kerja sistem solar cell sederhana
yang diperkenalkan kepada warga. Panel surya mini berfungsi sebagai
pengkonversi energi matahari menjadi energi listrik, yang kemudian dialirkan
melalui konektor kabel menuju modul pengisi daya baterai litium. Energi yang
tersimpan dalam baterai 16850 ini selanjutnya dapat disalurkan melalui saklar push
on/off untuk mengoperasikan berbagai perangkat, seperti dinamo penggerak
baling-baling kipas atau modul step up DC-to-DC yang menyediakan output
USB untuk menyalakan lampu LED.
Melalui skema ini, warga dapat melihat secara langsung bagaimana komponen-komponen sederhana tersebut berintegrasi menjadi satu kesatuan sistem pembangkit listrik tenaga surya skala rumah tangga yang fungsional. Edukasi visual ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman mendalam bahwa teknologi energi terbarukan bukan lagi sekadar konsep yang rumit, melainkan solusi praktis yang dapat direplikasi secara mandiri untuk mendukung efisiensi energi di lingkungan hunian mereka.
![]() |
| Gambar 2. Tahap pelaksanaan |
Rangkaian
kegiatan pengabdian ini sendiri dilaksanakan melalui tahapan yang terstruktur
dan sistematis, sebagaimana terlihat pada Gambar 2. Tahap pertama dimulai
dengan pengamatan permasalahan di lapangan, perizinan, koordinasi dengan pihak
mitra, hingga persiapan matang terkait alat, bahan, dan materi edukasi. Setelah
persiapan rampung, tahap kedua menjadi inti dari kegiatan, yaitu sosialisasi
mengenai pentingnya efisiensi energi serta praktik langsung perakitan solar
cell bagi warga.
Dalam
sesi sosialisasi, tim dosen memaparkan kondisi konsumsi energi di Indonesia dan
urgensi transisi menuju energi terbarukan sebagai respons terhadap krisis
energi di masa depan. Selain itu, dikenalkan pula konsep circular economy
yang menekankan efisiensi sumber daya dan optimalisasi teknologi berjangka
panjang, di mana energi matahari diposisikan sebagai sumber daya bersih yang
dapat diperbarui guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Memasuki
sesi praktik, peserta diajak mengenal komponen utama sistem seperti panel
surya, solar charge controller, baterai, hingga inverter, serta
dibimbing langsung dalam teknik instalasi dasar. Pendekatan interaktif ini
dirancang agar warga tidak hanya menyerap teori, tetapi juga memperoleh
pengalaman teknis yang menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengadopsi teknologi
energi bersih. Ketua Tim Pengabdian menegaskan bahwa keberhasilan program ini
diukur dari perubahan pola pikir masyarakat dalam menggunakan energi secara
lebih efisien dan bertanggung jawab.
Tak
hanya bagi warga, kegiatan ini menjadi sarana belajar berharga bagi mahasiswa
UPN Veteran Jawa Timur untuk mengimplementasikan ilmu dari bangku kuliah.
Mahasiswa terlibat aktif mulai dari penyusunan materi, pendampingan praktik,
hingga tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi, tim pelaksana menggunakan pre-test,
post-test, serta penyebaran kuesioner untuk mengukur peningkatan
pemahaman serta tingkat kepuasan peserta. Hasil evaluasi inilah yang nantinya
akan menjadi landasan bagi tim dalam menyempurnakan program pengabdian di periode
mendatang, demi memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi
masyarakat.
Sebagai
bentuk komitmen keberlanjutan, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan tahap
evaluasi dan pelaporan yang komprehensif. Melalui pengukuran pre-test
dan post-test, tim mampu memetakan peningkatan literasi energi warga
secara terukur, sementara kuesioner yang disebarkan memberikan gambaran
mengenai efektivitas metode penyuluhan serta potensi implementasi teknologi solar
cell yang lebih luas di kawasan Perumahan Griya Bhayangkara. Data evaluasi
ini menjadi modal berharga bagi tim pengabdian untuk merancang program
pendampingan lanjutan yang lebih adaptif sesuai kebutuhan warga.
Secara
strategis, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat
dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Program ini tidak hanya berhasil
meningkatkan literasi energi, tetapi juga sukses menanamkan budaya hemat energi
serta penerapan prinsip circular economy yang efisien sebagai bagian
dari kehidupan sehari-hari. Melalui langkah kecil yang dimulai dari praktik
perakitan mandiri ini, diharapkan tercipta efek domino yang mendorong
masyarakat untuk lebih mandiri secara energi dan ramah terhadap lingkungan.
UPN "Veteran" Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan teknologi tepat guna melalui kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan yang berkelanjutan.
Penulis : Dhavyrza Atha Bimantara dan Aqilla Zahra Sudrajat, Mahasiswa UPN "Veteran" Jatim





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?