Banner Iklan

Sabet Gelar "The Best W9 Style" di Malang Modifest Vol 3, Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang Buktikan Inovasi Otomotif

Admin JSN
06 Agustus 2026 • 12.27 WIB
Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang berpose bangga dengan deretan motor garapan mereka usai sukses menyabet gelar bergengsi "The Best W9 Style" pada ajang Malang Modifest Vol 3 di Transmart MX Mall Malang.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ajang modifikasi motor berskala nasional, Malang Modifest Vol 3, yang diselenggarakan di Transmart MX Mall Malang pada Minggu (02/08/2026) menjadi panggung pembuktian nyata bagi Dibyokaryono Timoteus. Mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) ini sukses memboyong piala bergengsi untuk kategori The Best W9 Style.

Pemuda yang akrab disapa Timo dan memiliki nama panggung Antimojolali ini berhasil menyingkirkan ratusan peserta lain dari berbagai daerah di Nusantara, mulai dari Jakarta, Jogja, Semarang, Surabaya, Bali, hingga Lombok.

Gelar prestisius ini tidak diraih Timo seorang diri. Kesuksesan tersebut merupakan buah dari kolaborasi solid bersama tim support yang juga merupakan mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang, yakni M. Reza Caesar Ary, Moch. Naufal Zaky R., Gary Gamawanto, dan Farrel Aditya Pramono. Sentuhan teknis khas mahasiswa mesin yang dipadukan dengan estetika tinggi sukses mencuri perhatian para dewan juri kawakan dari Ototrend.

"Sejak awal kami memang ingin membuktikan bahwa riset dan praktik mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang tidak hanya berhenti di kelas, tapi juga bisa diuji langsung di ajang kontes modifikasi motor tingkat nasional. Gelar The Best W9 Style ini adalah bonus dari konsistensi kami menjaga detail," ujar Timo saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Rabu (05/08/2026).

Dalam ajang besutan ENZ Garage ini, Timo turun di kategori Meet Up Class dan dengan berani memboyong tiga unit motor sekaligus:

  1. GL Pro (Bersaing di kelas Classic Minimalis)
  2. Grand Astrea (Bersaing di kelas Street Engine)
  3. Megapro GL Series (Kategori Honda Modifikasi yang akhirnya menembus nominasi utama W9 Style)

Timo menjelaskan, karya Megapro miliknya pada awalnya dikonsep murni untuk Honda Modifikasi. Namun, berkat ubahan detail pada velg jari-jari, karyanya dinilai sangat merepresentasikan W9 Style(Walisongo Style)—sebuah aliran modifikasi khas subkultur "Herex" Jawa Timuran yang sangat populer di kalangan pecinta motor sport 4-tak lawas.

Proses pengerjaan ketiga motor tersebut terbilang sangat berani dan penuh perjuangan. Timo hanya memiliki waktu kurang lebih dua minggu, di tengah padatnya jadwal revisi tugas akhir (skripsi) dan urusan administrasi kampus.

Perombakan teknis pun menjadi tantangan tersendiri yang menguras pikiran.

"Inspirasinya dari ciri khas Walisongo dengan tromol kecil, jadi saya ganti kaliper, tabung minyak rem, serta menata ulang tromol dan velg. Yang paling bikin pusing itu saat menata velg dan tromol belakang karena dikejar batas waktu," beber pemuda asal Yogyakarta tersebut.

Ia menambahkan, "Saya ganti velg jari-jari juga atas saran juri, karena kalau pakai velg palang dianggap kurang ada seni visualnya. Akhirnya, tromol depan saya pindah ke belakang dan dicantum ulang agar penataan rujinya simetris."

Drama sesungguhnya terjadi pada hari pendaftaran (loading kontes). Pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, Timo dan rekannya sempat mengalami insiden kecelakaan akibat menabrak mobil yang mengerem mendadak. Beruntung, meski berkejaran dengan waktu, mereka tetap berhasil masuk arena perlombaan.

Meski target awalnya membidik The Best GL CB MP Tiger, Timo mengaku sangat bersyukur dan memetik banyak pelajaran berharga dari pencapaian ini.

"Ikut event ini membuat saya makin paham regulasi baru untuk persiapan kompetisi ke depan. Jujur, saya merasa masih harus banyak belajar dari modifikator asal Jogja dan Solo. Tapi untuk area Jawa Timur, kami sudah sangat bersaing," tuturnya.

Kini, Timo dan timnya tengah memanaskan mesin untuk mengikuti gelaran otomotif di Surabaya pada akhir Agustus dan di Denpasar pada 11-12 September mendatang. Mereka berencana melakukan upgrade pada block engine CNC, shockbreaker depan, hingga preload shock belakang.

Prestasi membanggakan ini sekaligus menjadi bukti sahih bahwa ITN Malang terus konsisten menjadi kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk berinovasi dan berkarya nyata, memantik semangat mahasiswa teknik lainnya untuk berani unjuk gigi di kancah nasional.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sabet Gelar "The Best W9 Style" di Malang Modifest Vol 3, Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang Buktikan Inovasi Otomotif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?