Program yang diketuai oleh Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi. ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan remaja. Kegiatan ini berangkat dari hasil identifikasi kebutuhan sekolah yang menunjukkan bahwa pendidikan seksual komprehensif belum terintegrasi secara optimal dalam proses pembelajaran, sementara siswa menghadapi tantangan berupa paparan informasi digital yang belum tentu benar, rendahnya pemahaman kesehatan reproduksi, serta masih terbatasnya ruang diskusi mengenai isu tersebut.
Sebagai program utama, tim melaksanakan psikoedukasi pendidikan seksual kepada siswa kelas 8 dan 9 SMPN 3 Singosari. Kegiatan ini berhasil menjangkau ratusan peserta dengan metode pembelajaran interaktif yang mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, bertanya, dan memahami materi mengenai pubertas, kesehatan reproduksi, relasi yang sehat, batasan diri, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Berdasarkan evaluasi melalui pre-test dan post-test, kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, disertai antusiasme peserta yang tinggi selama proses pembelajaran.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim juga menyusun modul Pendidikan Seksual berbasis Comprehensive Sexuality Education (CSE) dari World Health Organization (WHO). Modul tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru maupun siswa sehingga materi pendidikan seksual dapat terus diberikan secara sistematis meskipun program pengabdian telah selesai dilaksanakan. Penyusunan modul dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan usia siswa.
Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi program kepada kepala sekolah dan guru sebagai langkah awal membangun kolaborasi dengan pihak sekolah. Respons positif dari kepala sekolah dan guru menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Komunikasi yang baik antara tim pelaksana dan sekolah juga mempermudah proses koordinasi selama program berlangsung.
Setelah melakukan psikoedukasi kepada siswa, tim juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama siswa kelas 8 dan 9. Diskusi ini bertujuan menggali kebutuhan, pengalaman, serta pemahaman siswa terkait pendidikan seksual. Hasil FGD memberikan gambaran mengenai pemahaman siswa tentang pendidikan seksual serta mengetahui pemahaman siswa dalam menyelesaikan studi kasus yang diberikan. Pendekatan partisipatif tersebut membuat program tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman nyata yang mungkin pernah dialami peserta didik.
Keberhasilan program didukung oleh tingginya partisipasi siswa, metode pembelajaran dua arah yang interaktif, kerja sama tim yang solid, serta dukungan penuh dari pihak sekolah. Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu akibat penyesuaian dengan jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan masih adanya sebagian siswa yang merasa malu untuk membahas topik pendidikan seksual karena dianggap sensitif. Namun demikian, tantangan tersebut tidak mengurangi antusiasme peserta maupun keberhasilan program secara keseluruhan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa Universitas Negeri Malang berharap pendidikan seksual komprehensif dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang remaja. Modul yang telah disusun diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai media pembelajaran, sementara hasil FGD dan psikoedukasi dapat menjadi dasar pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan guru, pendampingan orang tua, maupun evaluasi jangka panjang terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku siswa. Program UM BBM Mandiri ini dapat menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat dan berdampak nyata bagi masyarakat SMPN 3 Singosari.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?