![]() |
| Siswa-Siswi Terjun Langsung Mempraktikkan Pembuatan BUDIKDAMBER (Selasa, 21/07/2026) |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan pilar penting yang harus dibangun dan dipupuk sejak dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, tim Mahasiswa Membangun Desa (MMD) berinisiatif menggelar pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) di MI Darrusalam Jajang. Kegiatan yang berlangsung sukses ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari pihak dewan guru serta kepala sekolah setempat. Menyasar puluhan siswa-siswi dari kelas 4 hingga 6 SD, program ini dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan fase perkembangan kognitif anak. Usia sekolah dasar dinilai sebagai masa emas (golden age) untuk menanamkan pola pikir kritis, rasa tanggung jawab terhadap alam, dan memantik kreativitas. Melalui BUDIKDAMBER, mahasiswa MMD berupaya memperkenalkan inovasi pertanian terpadu yang praktis, ramah lingkungan, dan dapat diaplikasikan di lahan pekarangan yang sangat terbatas sekalipun.
Materi disampaikan oleh salah satu mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Kelompok 33. Rangkaian kegiatan edukatif ini diawali dengan sesi pemaparan materi di dalam ruang kelas. Menyadari audiens mereka adalah anak-anak, dengan menggunakan pendekatan visual yang dinamis melalui proyektor agar materi lebih mudah dipahami oleh siswa SD dan tidak membosankan. Secara komunikatif, pemateri membedah apa itu BUDIKDAMBER yang sangat beragam manfaatnya bagi pemenuhan gizi keluarga, hingga pengenalan detail alat dan bahan. Siswa diedukasi bahwa dengan bermodalkan barang-barang sederhana seperti ember berukuran besar, gelas plastik bekas minuman, kawat, bibit sayuran kangkung, serta benih ikan lele untuk menghasilkan sumber pangan secara mandiri. Ikan lele sengaja dipilih sebagai komoditas utama karena dikenal memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi terhadap perubahan kualitas air, sehingga meminimalisir risiko kegagalan bagi pembudidaya pemula seperti anak-anak.
Menurut Ketua Kelompok MMD UB 33, Calista Athallah R. P, kegiatan ini dirancang agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak dini.
Antusiasme dan rasa penasaran siswa semakin memuncak ketika kegiatan bergeser pada sesi praktik di area luar ruangan. Tidak sekadar duduk manis menyimak teori, para siswa diajak turun tangan langsung untuk merakit sistem BUDIKDAMBER mereka sendiri. Dipandu dengan sabar oleh para mahasiswa, anak-anak belajar bekerja sama menyusun dan mengikat gelas plastik yang telah dilubangi pada sekeliling tutup ember sebagai media tanam kangkung. Momen yang paling memicu antusiasme adalah ketika anak-anak dengan hati-hati namun penuh semangat, mulai dari memindahkan benih-benih ikan lele ke dalam ember air yang telah dipersiapkan. Praktik langsung ini tidak hanya melatih kemampuan motorik dan kerja sama tim, tetapi juga memberikan pemahaman nyata mengenai konsep ekosistem dan simbiosis mutualisme. Mereka belajar bahwa kotoran dari ikan lele akan terurai menjadi pupuk organik yang menyuburkan kangkung, sementara akar kangkung bertugas menyaring racun dari air agar ekosistem di dalam ember tetap sehat bagi ikan.
Suasana belajar di luar kelas ini berlangsung sangat cair, interaktif, dan penuh keceriaan. Pendekatan "belajar sambil praktik" (learning by doing) yang diusung oleh tim MMD UB kelompok 33 terbukti sangat ampuh dalam menjaga fokus serta rentang konsentrasi anak-anak kelas 4 hingga 6 tersebut. Terlihat raut wajah gembira, sorak-sorai kekaguman, serta interaksi dua arah yang aktif saat mereka bernyanyi bersama dan merespons setiap instruksi dari kakak-kakak mahasiswa. Metode ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi seputar lingkungan hidup, sains terapan, dan wirausaha pertanian tidak harus selalu kaku dan teoritis, melainkan bisa dikemas menjadi petualangan sains yang sangat dinikmati oleh anak-anak.
Kepala sekolah MI Darrusalam Jajang mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa MMD UB Kelompok 33.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena siswa tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan," ungkapnya.
Guna mengukur sejauh mana efektivitas penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif yang memancing jiwa kompetitif siswa secara positif. Mahasiswa melontarkan sejumlah pertanyaan ulasan, mulai dari alasan pemilihan ikan lele, fungsi lubang pada gelas plastik, hingga apa manfaat utama dari penerapan BUDIKDAMBER di rumah. Para siswa tampak saling berlomba mengacungkan tangan untuk memberikan jawaban terbaik mereka. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan daya ingat peserta, panitia memberikan bingkisan hadiah berupa buku dan alat tulis kepada siswa-siswi yang berhasil menjawab dengan tepat dan berani tampil percaya diri di depan teman-temannya.
![]() |
| Dokumentasi Bersama Siswa-Siswi MI Darrusalam Jajang (Selasa, 21/07/2026) |
Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian yang sarat akan makna ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama, yang merekam kehangatan serta sinergi luar biasa antara tim mahasiswa MMD dan keluarga besar MI Darrusalam Jajang. Melalui pelatihan ini, tertanam sebuah harapan besar agar para siswa dapat membawa wawasan dan keterampilan baru tersebut ke rumah masing-masing. Harapannya, mereka tidak hanya mampu mempraktikkan gaya hidup produktif secara mandiri bersama orang tua, tetapi juga tumbuh menjadi agen perubahan kecil yang menularkan inspirasi ketahanan pangan dari lingkup keluarga demi terwujudnya masyarakat desa yang lebih berdaya.
#MMDUB2026 #Kelompok33MMDUB #SDGs12 #educationforsustainability #ecological
Authors : Maulana Feby Sugiyanto (245080400111006), ChristopherAndrew Tjiaro (245040100113003)
DPL : Dr. Ns. Mukhamad Fathoni, S.Kep, MNS
Penulis : Kelompok 33 MMD UB 2026




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?